Diserang dan Difitnah, Olly-Steven Pilih Bagikan Kabar Baik

0
210
Calon Gubernur Sulut Olly Dondokambey, saat memberikan keterangan pers

Minut, Sulutreview.com – Masa kampanye yang dilakukan pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Utara (Sulut), dengan menggalang dukungan menjadi tolok ukur dan penentu suara dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (pilkada) 9 Desember 2020 nanti.

Sayangnya, tidak semua kandidat memiliki komitmen serta integritas untuk ‘menjual’ kapasitas dan kemampuannya secara elegan untuk menuai simpati masyarakat. Melainkan yang dilakukan justru menjelek-jelekkan kandidat lainnya dengan cara-cara yang melanggar etika dan kesantunan. Bahkan sarat dengan ujaran kebencian.

Menyikapi kondisi ini, calon gubernur Sulut Olly Dondokambey dan calon wakil gubernur Steven Kandouw memilih untuk tidak membalasnya dengan cara yang sama. Kendati sangatlah mudah untuk melakukannya. Mengingat tiga kontestan pilgub Sulut 2020, memiliki track record sebagai incumbent (pemegang jabatan), terutama sebagai seorang kepala daerah, baik di tingkat provinsi maupun di kabupaten/kota. Sehingga sangatlah mudah untuk mencari kelemahannya.

“Untuk apa kita lakukan hal seperti itu. Lebih baik sampaikanlah kabar baik. Bukan berita tendensius yang menyerang dan fitnah,” ungkap Olly saat melakukan tatap muka bersama wartawan di kediamannya di Kolongan Minahasa Utara (Minut), Rabu (21/10/2020).

Olly mengungkapkan saat melakukan kampanye, materi yang disampaikan adalah tentang program dan capaian atau realisasi. Begitu juga dengan wartawan, dia meminta wartawan untuk bertolak pada kebenaran yang didasarkan fakta dan data.

“Sampaikan informasi sesuai data.  Jangan berita tendensius supaya masyarakat tahu persis, untuk memilih pemimpin yang tepat,” ujarnya sembari menambahkan bahwa untuk menilai figur pemimpin sangatlah mudah.

“Tinggal melihat track record selama memimpin, visi misi kelihatan. Jangan terjadi pembohongan masyarakat,” tandasnya.

Hasil yang mereka capai ketika memimpin, kata Olly, bisa menjadi referensi bagi wartawan untuk menyampaikan kepada masyarakat terkait kapabilitas masing-masing calon.

“Semua incumbent kan, tinggal dilihat track recordnya selama memimpin. Jangan terjadi pembohongan kepada masyarakat,” sebut Olly.

Apa yang disampaikan masing-masing calon di masa kampanye ini, lanjut Olly, bisa diukur benar atau tidak dengan mereview apa yang sudah mereka lakukan selama memimpin.

Dia mencontohkan, ada tim calon yang berkoar, kalau calon mereka nanti menjadi gubernur, akan memberikan tunjangan guru sebesar Rp1 Juta. Tetapi jika ditelusuri lewat apa yang sudah dilakukan selama memimpin, berbeda.

“Seperti di Minsel, selama ini gaji THL dan guru berapa di sana. Hanya Rp500 ribu. Sementara di Provinsi sebesar UMR Ini kan pembohongan bagi masyarakat,” tandas Olly.

Begitu juga soal janji akan memberikan setiap desa Rp200 juta jika terpilih, kata Olly, perlu diuji kembali berapa anggaran dan jumlah desa di Sulut. “Desa di Sulut berapa banyak, kalau dikalikan Rp200 juta berapa? Kira-kira Rp2,5 Triliun. Terus untuk Covid-19 dan segala macam bagaimana. Apa yang disampaikan harus sesuai realita,” katanya.

Untuk itu, dia meminta agar informasi yang disampaikan dapat mengedukasi politik ke masyarakat. Terutama tentang informasi yang benar, supaya masyarakat tidak merasa dibohongi dengan situasi dan kondisi yang ada saat ini. “Pendidikan politik itu bagi rakyat Sulut sangat penting,” kata Olly didampingi Tim Pemenangan Kampanye Ir Marhanny Pua.

Pada bagian lain, Olly mengatakan, wartawan silakan melakukan kritik demi kinerja pemerintah yang lebih baik. Demikian juga untuk Pemprov Sulut. “Ada hal-hal yang tidak baik yang kalian lihat dan sudah tidak bisa diperbaiki, silakan. Yang penting ada data sehingga beritanya tidak tendensius,” katanya.

Senada disampaikan Steven Kandouw, di sisi lain dirinya sangat menyayangkan tindakan destruktif kandidat lainnya, yang belakangan ini membawa-bawa unsur SARA. Sementara Sulut merupakan daerah pluralis yang sangat mengedepankan kebersamaan dalam perbedaan.

“Kampanye destruktif sangat berbahaya. Apalagi bawa-bawa agama. Hal ini dapat menimbulkan perpecahan,” kata Kandouw.

Ketua tim pemenangan Marhany Pua, mengatakan Olly-Steven memilih untuk melakukan kampanye damai. “Semua materi yang disampaikan adalah tentang kabar baik,” tandasnya.

“Beritakan fakta kemajuan pembangunan, rencana ke depan yang lebih hebat,” tambah Pdt Lucky Rumopa yang ikut mendampingi Olly-Steven.

Turut hadir, Ketua Tim Kampanye Olly-Steven, Marhany Pua, Ketua FKUB Sulut, Lucky Rumopa dan Ketua Tim Media Center Olly-Steven, Victor Rarung.(hil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here