Menteri Edhy Prabowo Jadi Penguji Promosi Doktor Unsrat

0
263
Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo didampingi Rektor Unsrat Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat MSc DEA mendapat apresiasi sebagai penguji tamu (eksternal) dalam sidang promosi doktor di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Sulawesi Utara, Selasa (20/10/2020).

Manado, Sulutreview.com – Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Edhy Prabowo mendapat apresiasi sebagai penguji tamu (eksternal) dalam sidang promosi doktor di Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Sulawesi Utara, Selasa (20/10/2020).

Sidang ini membahas tentang alat tangkap cantrang.

Pung Nugroho Saksono, menjadi promovendus dalam sidang promosi Doktor Ilmu Kelautan di Fakultas Perikanan dan Kelautan Unsrat.

Dia merupakan Direktur Pemantauan dan Operasi Armada Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP).

“Saya hadir bukan sebagai atasan, saya hadir sebagai sahabat beliau. Saya mengenal beliau jauh sebelum saya di KKP,” ujar Menteri Edhy dalam pidatonya.

Dalam sidang disertasi tersebut, Menteri Edhy melayangkan lima pertanyaan untuk Pung Nugroho. Disertasi yang diuji berjudul “Analisis Kemanfaatan Permen-KP Nomor 2/2015 sebagai Penjabaran dari Keppres-RI Nomor 39/1980 Suatu Perspektif Sosial Ekonomi Masyarakat”.

Permen KP Nomor 2/2015 sendiri membahas tentang larangan penggunaan alat penangkapan ikan pukat hela (trawls) dan pukat tarik (seine Nets). Lahirnya permen ini sempat menuai polemik, khususnya dari nelayan pantura.

“Disertasi ini jadi masukan bagi kami sebagai pembuat kebijakan dan masyarakat nelayan sebagai pelaksana kebijakan itu,” terangnya.

Menteri Edhy juga menegaskan komitmennya untuk mengedepankan kajian ketika membuat suatu kebijakan di KKP. Menurutnya, kebijakan dengan kajianlah yang akan menghasilkan pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan.

“Kajian terus dilakukan untuk menemukan solusi dan kebijakan terbaik bagi sektor kelautan dan perikanan,” tegasnya.

Sidang berlangsung dua jam dan mengikuti protokol kesehatan. Pung berhasil menjawab seluruh pertanyaan penguji dan mendapat nilai sangat memuaskan (A).

Ipunk sapaan akrab Pung berhasil menyelesaikan pendidikan Doktor (S3) pada program Doktor Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi Manado Sulawesi Utara dengan nilai angka 95,63 di konversi ke nilai huruf A IPK 4.00.

“Sebagai pejabat publik, Mas Ipunk mampu mencapai nilai angka 95,63 di konversi ke nilai huruf A dengan IPK 4.00. Kami bangga memiliki alumni seperti Mas Ipunk di Unsrat,” kata Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat MSc DEA yang juga ketua sidang ujian.

Hadir saat pemberian gelar Doktor bagi Ipunk, antara lain Dirjen PSDKP, Dr TB Haeru Rahayu, Dr Ali Mochtar Ngabalin, Iis Rosita Dewi (istri Menteri Kelautan dan Perikanan), Anggota Komisi V DPR RI, Banat Mustika (istri Pung Nugroho Saksono), dan Plt Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Ir M Zaini serta para undangan lainnya.(srv)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here