Panwas Matuari ‘Cium’ Pergerakan Aparat Kelurahan Menguntungkan Paslon Pilkada

0
634

Hezky Goni SE

Bitung, Sulutreview.com
Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Matuari Kota Bitung, nampaknya harus kerja keras dalam menertibkan pergerakan-pergerakan aparat pemerintah yang coba-coba melanggar akan aturan di Pilkada tahun 2020 ini.

Pasalnya belum lama ini, diduga ada beberapa Aparat Kelurahan di wilayah Kecamatan Matuari Kota Bitung yang melakukan aksi kampanye terselubung untuk mengarahkan warga mendukung salah satu Pasangan Calon (Paslon) di Pilkada Bitung saat ini.

Apalagi memang dari bocoran diperoleh sejumlah kepala lingkungan (Pala) dan RT di Kecamatan Matuari Kota Bitung, diduga melakukan upaya door to door mengkampanyekan salah satau bakal calon yang bakal ikut “bertarung” di Pilwalkot nantinya.

Terindikasi para Pala dan RT tersebut bergerak secara terorganisir menemui warga dengan membujuk agar mendukung dan memilih salah satu pasangan calon

“Mereka (Pala dan RT,red) datang membagikan kalender dan stiker bergambar Max Lomban dengan iming-iming bakal mendapat bantuan sejumlah uang,” kata sejumlah warga di Kelurahan Manembo-nemabo Atas.

Tak hanya itu saja, jika bersedia memasang bendera Partai NasDem, Pala dan RT siap membayar Rp150 ribu hingga Rp 500 ribu tergantung lokasi rumah.

“Katanya, jika lokasi rumah berada tepat di jalan umum, mereka siap membayar Rp 500 ribu untuk memasang bendera plus masuk daftar penerima BLT yang akan menerima uang sebesar Rp300 ribu,” ujarnya

Ketua Panwascam Matuari, Hezky Goni SE ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan dirinya, membenarkan akan adanya kabar ini, akan tetapi saat ini pihaknya masih sementara melakukan penelusuran di lapangan.

Mantan Ketua Gerakan Siswa Kristen Indonesia (GSKI) Kota Bitumg ini mengatakan bahwa pihaknya tidak akan tutup mata dalam memberantas akan aksi-aksi yang melanggar aturan Pilkada ini. “Bukti telah kami kumpul apalagi identitas para Pala dan RT sudah kami kantongi dan saat ini kami sudah tracking seluruh pergerakan Pala-RT di Matuari dengan berbagai cara,” tandasnya kmSenin (31/08/2020).

Jebolan handal STIE Petra Bitung ini, juga menambahkan, saat ini belum masuk tahapan kampanye sehingga belum tim sukses maupun Parpol belum diperkenankan melakukan kampanye pasangan calon.

“Proses pendaftaran saja belum dilakukan, jadi jika sudah ada yang mulai membagikan stiker atau kalender itu sudah melanggar karena belum tahap kampanye apalagi itu dilakukan aparat pemerintah kelurahan tentu akan menghadapi persoalan hukum sesuai aturan dan UU Bawaslu,” pungkasnya.(zet)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here