Minut, Sulutreview.com – Kabupaten Minahasa Utara (Minut) memiliki potensi yang luar biasa. Baik pertanian, perkebunan, perikanan hingga pariwisata.
Karenanya, Kabupaten Minut membutuhkan pemimpin yang cakap dan mampu bekerja totalitas demi terwujudnya pertumbuhan ekonomi yang stabil bahkan kemajuan di berbagai bidang.
Ketua DPC PDI Perjuangan Minut Denny Lolong (Delon), mengatakan Minut membutuhkan figur potensial. Dan itu hanya ada pada pasangan calon (paslon) Bupati Minut Joune Ganda dan Wakil Bupati Minut Kevin William Lotulung (KWL).
Menurut Delon, JG-KWL merupakan figur yang tepat memimpin Minut. Keduanya merupakan putra terbaik Minut yang ditetapkan PDI Perjuangan untuk ikut pemilihan kepala daerah (pilkada) pada 9 Desember 2020 mendatang.
“JG dan KWL ini akan menjawab kerinduan warga untuk menatap Minut lebih baik ke depan,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar di Media Center JG-KWL Kolongan Minut Sabtu (25/7/2020).
Memang berdasarkan fakta yang ada, pada setiap kontestasi pilkada di Minut sejak 2003, PDI Perjuangan belum mampu bersaing mengalahkan rival. Dan setelah dievaluasi ada mekanisme yang salah. Di mana mesin partai belum optimal berperan. Fokusnya pada setiap pelaksanaan pilkada kekuatannya hanya pada tim-tim bentukan.
“Belajar dari kesalahan ini, maka mesin partai akan kita maksimalkan. Salah satu buktinya adalah pilkada Minahasa. Di mana PDI Perjuangan berhasil mengantarkan kemenangan,” tandasnya.
Bukan itu saja, bergabungnya Partai Demokrat bersama Partai Perindo dan PKB maka dengan sendirinya telah melemahkan posisi pasangan lawan yang masih membutuhkan dukungan sebagai syarat untuk maju dalam Pilkada.
Hal ini menjadi peluang bagi JG-KWL untuk meraih kemenangan mutlak.
“PDIP Perjuangan sudah sangat siap untuk memenangkan pilkada, sudah memiliki cabup dan cawabup. Sementara yang lain masih belum ada paslonnya,” tukasnya.
Sementara itu paslon JG-KWL, menjelaskan keduanya sudah siap untuk memenangkan pilkada Minut. Keduanya terpanggil untuk mewujudkan perubahan melalui kemajuan pembangunan.
Kuncinya, selain menghadirkan pembangunan dan kemajuan di Tanah Tonsea, keduanya juga berkomitmen untuk menjadi pemimpin yang mempersatukan.
“Pemimpin harus bisa menjadi pemersatu, artinya kami berusaha menyatukan persepsi, visi dan misi demi Minut yang lebih baik,” tandasnya.
Di sisi lain, sebagai paslon yang didukung partai profesional dalam pilkada Minut, JG-KWL akan mengemban kepercayaan tersebut dengan sebaik-baiknya.
“Kami sangat bangga sebab telah diusung oleh partai profesional yakni PDI Perjuangan dan Partai Demokrat. Perlu juga saya sampaikan bahwa untuk mendapatkan rekomendasi partai, ada proses yang panjang. Dan itu tidak mudah,” kata Joune Ganda.
PDI Perjuangan, sambung Joune adalah partai yang terbuka, yang menerima koalisi dengan partai yang lain. “Saya dan KWL melewati proses yang tidak mudah. Antara lain fit dan proper test oleh Bapilu maupun Partai Demokrat,” ujarnya.
Tak itu saja, jika nantinya menjadi kepala daerah, JG-KWL menyatakan siap mendukung Pemprov Sulut.
“Untuk membangun Minut pastinya diperlukan koordinasi. Baik dengan pusat maupun provinsi. Hal itu penting karena berkaitan dengan kemajuan daerah kita,” tandasnya.(hil)






