Warga Pertanyakan Penarikan Retribusi Buang Sampah Di TPA Aertembaga Bitung

0
219

Sadat Minabari/Kepala DLH Bitung saat berada di TPA Aertembaga

Bitung, Sulutreview.com
Entah ini kurang sosialisasi kepada masyarakat tentang adanya penarikan retribusi buang sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah yang berada di wilayah Kecamatan, Aertembaga atau tidak. Yang pasti ada beberapa warga, yang bertanya-tanya kenapa buang sampah di TPA wajib membayar retribusi sebesar Rp. 25.000.

Fenomena tersebut terkuak saat salah satu warga kaget bukan kepalang karena saat membawa sampah untuk membuang ke TPA Aertembaga yang dikiranya gratis. Kok saat membuang ada petugas yang datang menyampaikan bahwa untuk membuang sampah wajib bayar 25 ribu. “Saya kaget sebab saya kira membuang sampah gratis. Namun wajib membayar 25 ribu,” ujar Lewin salah satu warga Madidir Jumat (03/07/2020).

Warga ini pun bertanya-tanya apakah memang ada aturanya soal penarikan retribusi 25 ribu ini? Jangan sampai ada dugaan pungutan liar didalamnya.

“Ini wajib ditelusuri karena kami sebagai masyarakat awam belum pernah dengar akan adanya sosialisasi atau pemberitahuan bahwa buang sampah di TPA wajib membayar retribusi. Atau setidaknya ada inisiatif dari instansi terkait untuk memasang papan pengumuman akan aturan dalam pembuangan sampah di TPA,” pintanya.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) angkat bicara dan mengklarifikasi akan soal adanya penarikan retribusi buang sampah di TPA.

Menurut Kadis, Sadat Minabari bahwa untuk masyarakat ketahui mengacu pada Peraturan Daerah No 4 tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Umum.

“Dalam perda tersebut telah diatur bahwa untuk pembuangan sampah 1 kubik biayanya Rp 25.000 dan hitungannya ini sekali buang sampah,” ujarnya.

Terkait mengenai papan pengumuman, itu tetap ada di pajang di dinding TPA Aertembaga. “Lebih baik untuk warga yang ingin membuang sampah, agar lebih mudah, dapat melapor ke kantor DLH langsung,” tandasnya.

Sadat pun mengakui bahwa memang ada dari pihak SMKN 2 juga, sempat mempertanyakan akan hal ini. Namun karena kami tahu, sampah mereka dari sekolah bukan dari rumah penduduk. “Maka kami tidak meminta bayaran,” tandasnya.(zet)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here