Nabsar ‘Desak’ Buka Dokumen Pendukung Pembelian Stadion Duasudara

0
844

Nabsar Badoa SP.i MS.i dan Stadion Duasudara Dilihat dari kejauhan

Bitung, Sulutreview.com
Pembelian lahan stadion duasudara oleh Pemkot Bitung, kian terus menjadi trending topik menarik bagi hampir seluruh warga Bitung saat ini.

Hal ini bukan tanpa alasan, sebab pasca hal ini terungkap pada rapat Badan Anggaran di DPRD Bitung lalu, mengundang banyak tanggapan dari mantan pemilik-pemilik lahan di stadion duasudara yang terletak di Kelurahan Manembo-nembo Kecamatan Matuari.

Tepukan gendang pendapat sejumlah warga pun terus terdengar kian menggema disana-sini yang menyatakan bahwa lahan tersebut dulunya diduga sudah pernah di beli Pemkot Bitung di era tahun 80–an.

Bahkan banyak pendapat mengemuka, bahwa dulunya harga yang dibeli tanah tersebut sangat murah yang diduga hanya 500 rupiah per meternya sebagaimana pengakuan dari salah satu Oma yang tinggal di Manembo-nembo.

Tak hanya itu saja, pendapat tentang lahan stadion yang diduga telah dibayar oleh Pemkot Bitung ini, pun dibenarkan oleh salah satu mantan pejabat Pemkot Bitung di era 80-an sampai 90-an ini yaitu Ramoy Markus Luntungan (RML) yang dulunya pernah menjabat Camat maupun mencapai Sekretaris Daerah Kota (Sekda) Bitung yang dirinya mengakui sudah dibeli oleh Pemkot Bitung.

Mendengar akan pengakuan yang digaungkan RML dan juga saksi hidup lainya yang terekspose di media masa dan elektronik membuat masalah ini seperti bola salju yang terus bergelinding terus menjadi tambah besar akan isu yang kian santer terdengar ditelinga rakyat.

Seiring waktu berjalan, sejumlah awak media di Kota Bitung terus tancap gas terus berpacu dilapangan, untuk ingin mencari tahu akan informasi akan alur dari proses pembelian lahan tersebut.

Akan tetapi seperti selalu menemui benang putus saja, sebab sepertinya penolakan bahkan sering tidak digubris nara sumber masih saja terus saja menghiasi akan deep news, atau untuk menggali data dan informasi secara lebih dalam, oleh sejumlah kuli tinta di Bitung untuk mendapatkan informasi soal lahan stadion ini secara jelas dan akurat.

Dimana saat mengkonfirmasi di Badan Pertanahan Nasional (BPN) cabang Bitung Rabu (01/07/2020) tim sejumlah awak media tidak berhasil menemui kepala BPN Bitung.

Akan tetapi ketika di hubungi via ponsel dijawabnya namun Kapala BPN Bitung Hendro Motulo menyampaikan secara singkat soal lahan stadion tanyakan saja ke Pak Sekkot Bitung yang sepertinya saling lempar.

Disisi lain pihak DPRD pun nampaknya tak mau kehilangan momentum, untuk terus ‘mendobrak pagar beton’ akan misteri pembelian lahan stadion untuk mereka mendapatkan informasi secara jelas akan alur proses asal-muasal, akan proses pembelian stadion yang terungkap dalam rapat komisi II.

Dengan mengundang Bagian Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bitung, untuk mendengarkan penjelasan informasi jauh sebelumnya lahan yang terletak di Kelurahan Manembo-Nembo Kecamatan Matuari, yang diduga sudah sempat di bayar oleh pemerintah waktu itu kepada pemilik lahan pada Rabu (01/07/2020).

Nabsar Badoa SP.i MS.i yang merupakan anggota DPRD yang adalah kader handal Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) yang bisa dibilang sangat vokal ini, yang saat itu hadir di Rapat Komisi II DPRD mengatakan bahwa pihaknya ingin mendengar secara jelas tentang ada pembayaran oleh pemerintah terkait lahan itu. Karena sebelumnya pihaknya tidak tahu, sehingga meminta penjelasan dari dinas terkait.

Tak hanya itu saja, sebab tanpa tedeng aling-aling Nabsar Badoa menegaskan bahwa pihaknya akan turun lapangan ‘On The Spot’untuk meninjau di lahan stadion duasudara ini.

“Ya dalam rapat tadi selain saya minta Pemkot Bitung jelaskan secara rinci akan pembelian lahan stadion, juga saya mendesak buka dokumen-dokumen pendukungnya agar secara jelas secara terbuka dan transparansi dapat diketahui DPRD dan tentunya kepada masyarakat soal pembayaran lahan ini,” pungkasnya.(zet)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here