Geraldi ‘Sesalkan’ Ada Anggaran Miliaran Dikeluarkan Pemkot Bitung, Untuk Pembelian Stadion Duasudara

0
875

Geraldi Mantiri SE dan Dr Audy Pangemanan

Bitung, Sulutreview.com
Ada yang menarik pada Rapat yang dilaksanakan oleh Tim Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bitung, bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Bitung dalam pembicaraan Refocusing dan Alokasi Anggaran terkait Anggaran untuk penanganan Covid-19 di Kota Bitung oleh Pemerintah Kota Bitung tahun 2020 ini.

Dimana sementara dalam pembahasan yang disampaikan Sekretaris Kota Dr Audy Pangemanan bahwa memang saat ini Pemkot Bitung masih fokus dalam penanganan Covid-19 yang mana ada anggaran sebesar 81 miliar yang terserap pada APBD Bitung dimana hal ini sudah sesuai dengan Inpres 4 tahun 2020 tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta Pengadan Barang dan Jasa dalam rangka Percepatan Penanganan COVID-19.

Apalagi saat ini, menurut Sekkot bahwa dalam pemeriksaan anggaran pihaknya setiap Minggu juga memberikan laporan kepada pihak Kepolisian dan Kejaksaan terkait penggunaan anggaran penanganan Covid-19 saat ini.

Usai Sekkot menyampaikan hal tersebut anggota Tim Banggar DPRD Geraldi Mathias Efraim Mantiri langsung mengangkat tangan untuk memepertanyakan bahwa, kenapa saat ini. Yang katanya Pemkot Bitung sedang all out dan fokus dalam penanganan Covid-19, dimana banyak anggaran disetiap SKPD Pemkot maupun di DPRD teralokasi dalam anggaran penanganan Covid-19.

“Kemudian kami mendengar belum lama ini Pemkot Bitung telah mengeluarkan anggaran sebanyak miliaran untuk pembayaran lahan Stadion Duasudara dengan besaran anggaran sekira 5 miliar lebih di tengah-tengah Pandemi Covid-19 saat ini,” kata Geraldi yang merupakan Ketua Fraksi DPRD Kota Bitung ini dengan suara lantang.

Geraldi menyesalkan akan kabar tersebut sebab sebenarnya dirinya tidak menghalang-halangi akan sikap Pemkot Bitung yang katanya saat ini masih terus serius dan fokus dalam penanganan Covid-19.

“Akan tetapi kenapa ada dana keluar sampai miliaran yaitu 5 miliar sekian dari 10 miliar yang bukan untuk teralokasi di penanganan Covid-19. Malahan diluar agenda dengan membayar untuk pembelian lahan stadion duasudara. Bukanya teralokasi di Covid-19 ini. Tapi kenapa tidak ditunda ataupun dibayar nanti pada Anggaran Perubahan nanti. Sebab kalau betul-betul penanganan Covid-19 harus serius dalam penanganannya, bukanya ada pengeluaran anggaran sebesar miliaran diluar dari kepentingan penanganan Covid-19. Ini tentu saya pribadi menilai sangat tidak rasional karena pembelian lahan stadion ini adalah hal yang tidak terlalu penting di era Covid-19 saat ini,” tegasnya berapi-api .

Sementara itu Sekretaris Kota Bitung Dr Audy Pangemanan MS.i mengatakan bahwa untuk pembelian lahan Stadion Dua Sudara perjuangannnya sangat panjang, sebab dari tahun 2017 telah dibentuk tim penelusuran Aset baru tahun 2020 ini aset lahan stadion bisa direalisasikan.

“Saya kira hal ini juga sangat penting untuk penanganan pembelianya. Apalagi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), setiap tahun mengingatkan untuk segera menata akan seluruh aset untuk dibuat sertipikat dan baru kali ini di era kepemimpinan Walikota Max J Lomban dan Ir Maurits Mantiri saat ini baru bisa terbayarkan meskipun baru 50 persen, telah terbayarkan dari anggaran 10 miliar lebih. bersama tanah di Lembeh yang sudah ada ratusan lahan sudah memiliki sertipikatnya,” jelasnya.

Usai rapat banggar, Sekkot pun dicecar sejumlah wartawan dalam mempertanyakan akan proses rehab gedung Stadion yang pada tahun 2019 telah banyak dilakukan. “Ya pada waktu itu kan ada ivent Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulut yang dilaksanakan di Kota Bitung. Tentu secara otomatis kami harus berbenah. Mau dimana lagi tempat yang kami laksanakan Porprov selain di Stadion,” ujarnya.

Selain itu kata Pangemanan pembelian lahan stadion ini, memang sangat urgent sebab kapan lagi kami akan membayar mendapatkan aset ini. “Jika kemudian hari pemilik menjual ke pihak lain, pastinya peluang Pemkot untuk memilikinya sudah tidak ada lagi. Maka dari itu kami harus secepatnya membeli lahan stadion ini melalui tim apraisal meski baru lima puluh persen,” singkatnya sambil berjalan menuju mobilnya DB 6 C.(zet)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here