Usia Kelapa Sulut Telah Uzur, Perlu Peremajaan

Manado, SULUTREVIEW – Usia tanaman kelapa di Sulawesi Utara (Sulut), rata-rata sudah tua sehingga dapat dipastikan mempengaruhi hasil panen yang tidak lagi maksimal.

Daerah seperti Minahasa Utara (Minut) dan Minahasa Selatan (Minsel) rata-rata menghasilkan 3 ton kelapa kering per hektar per tahun. Sementara daerah lain hanya 500 kilogram per hektar per tahunnya. Dengan demikian rata-rata saat ini hanya 1,2 ton per hektar per tahun.

Hal itu menunjukkan bahwa kelapa Sulut saat ini tidak lagi maksimal produksinya. Karena rata-rata sudah kelapa tua, yang tidak lagi menghasilkan buah dengan kualitas baik.

Hal inilah yang menyebabkan produksi turun, ditambah lagi permintaan pasar dunia yang kurang sehingga harga kopra ikut turun.

Akan hal itu, Gubernur Sulut Olly Dondokambey akan berjuang agar kejayaan kelapa Sulut bangkit. Solusinya adalah melakukan peremajaan tanaman kelapa.

Gubernur Olly meminta Balit Palma untuk terus mengembangkan bibit kelapa unggul untuk meningkatkan produksi kelapa di Sulut.

Menurutnya peremajaan kelapa melalui penanaman bibit kelapa unggul yang mampu berbuah besar dan banyak ketika dipanen dapat meningkatkan perekonomian petani kelapa.

“Tentunya kita harus lakukan perbaikan untuk tanaman kelapa kita agar supaya cost produksinya untuk kelapa ini turun. Kalau dulu satu kali naik, petani dapat 30 butir sekarang tinggal setengahnya. Jadi biaya panjat tidak bisa menutupi biaya produksi,” kata Olly saat menggelar video conference membahas pengembangan kelapa di Sulut dengan Kepala Balai Penelitian Tanama Palma (Balit Palma) Kementerian Pertanian RI Ismail Maskromo di kediamannya, Desa Kolongan, Kabupaten Minahasa Utara, Senin (22/6/2020).

Karenanya, Olly optimis jika program pengembangan bibit kelapa unggul tuntas maka tanaman kelapa Sulut bakal kembali menjadi primadona di Sulut.

“Kalau kita bisa tuntas, maka kelapa Sulut akan menjadi primadona lagi di Sulut. Untuk itu, Balit Palma akan menyiapkan bibit-bibit unggul yang bisa kita kembangkan. Cara pembibitannya ini yang harus kita dorong,” ungkap Olly.

Perlu diketahui, kelapa Sulut dikenal sebagai kepala dalam yang masih organik, yang merupakan salah satu keunggulan yang dimiliki kelapa terbaik dunia.(hil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *