Jaga Ketahanan Pangan, Olly Genjot Sektor Pertanian

0
131
Gubernur Olly menanam padi di Desa Touliang, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Rabu (17/6/2020).

Tondano, SULUTREVIEW – Meski tengah diperhadapkan badai Covid-19, namun aktivitas pertanian harus terus digenjot. Sebab hal ini sangat erat dengan ketahanan pangan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey mendorong para petani untuk menanam padi.

Menurut orang nomor satu di Sulut ini, pandemi Covid-19 bukan halangan untuk menggarap sawah maupun pekarangan.

Bukan hanya petani, masyarakat juga diajak Olly untuk mengolah lahan tidur menjadi lahan produktif dengan tanaman pangan. Sebab, kebutuhan pangan warga di tengah pandemi Covid-19 dapat dilaksanakan oleh karena peran aktif masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan.

“Kita harus betul-betul siap menghadapi situasi kondisi saat ini. Jangan sampai aktivitas pertanian kita berhenti karena Covid-19. Mari kita garap lahan persawahan maupun pekarangan. Apakah itu tanaman holtikultura sayur-sayur dan lainnya,” ungkap Olly dalam pencanangan gerakan percepatan olah tanah dan penanaman padi masa tanam kedua tahun 2020 di Desa Touliang, Kecamatan Kakas Barat, Kabupaten Minahasa, Rabu (17/6/2020).

Selain menanam padi, Olly yang didampingi Sekdaprov Edwin Silangen juga memanen cabai di Desa Leleko, Kecamatan Remboken.

Olly memberikan apresiasi kepada petani karena hasilnya yang bagus. “Hari ini kita datang ke kebun cabai, kita melihat hasil tanaman masyarakat yang sudah bagus,” ungkap Olly.

Lebih jauh, Olly menyatakan dukungan penuh melalui Pemprov Sulut kepada kelompok tani di Sulut untuk mewujudkan ketahanan pangan di Sulut.

“Kta melihat potensi lokasi hamparan sawah sekitar 200 hektar yang tak ada hujan. Kita dorong agar di musim hujan sekarang ini agar melakukan penanaman. Pemerintah bekerja sama dengan kelompok akan membantu bibit, pupuk dan lain-lain agar supaya ketahanan pangan di Provinsi Sulut, terjaga” kata Olly.

“Makanya kita dorong supaya masyarakat menyentuh tanah semua sehingga hasilnya akan maksimal dan kita akan merasakan secara langsung,” tukasnya.

Agenda bertema strategi ekonomi sektor pertanian di tengah pandemi Covid-19 ini diselenggarakan atas kerja sama HKTI Minahasa, KSU Tibo Mapalus Sulut, Patricia Group dan BM-RD.(hil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here