Siswa tak Miliki HP Android, Guru Rela Mengajar di Rumah

0
174

Manado, SULUTREVIEW – Dalam masa pandemi Covid-19 para siswa khususnya tingkat SMA/SMK mengalami perubahan sistem belajar mengajar.

Adanya perubahan dalam sistem belajar mengajar tahun 2020 ini, dikarenakan penyebaran virus Covid-19 yang semakin bertambah, sehingga saat ini anak-anak hanya melakukan proses belajar di rumah.

“Adanya bencana Covid19 ini, otomatis siswa tidak melakukan pembelajaran di sekolah tetapi pembelajaran itu tetap jalan. Ada yang namanya PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) atau BDR (Belajar Dari Rumah). Ada juga yang namanya DARING (Dalam jaringan/online) atau pun LURING (Luar Jaringan/offline),” kata Kabid Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Sulut, Arthur D. Tumipa, saat ditemui di ruang kerjanya, pada Jumat (12/06/2020).

Pembelajaran Daring yang dimaksud adalah pembelajaran secara online dimana para siswa dapat menggunakan aplikasi pembelajaran seperti Ruang Guru, Google Classroom dan Zoom (guru – guru bisa langsung berdialog dengan anak-anak. Sedangkan untuk Luring (Luar Jaringan) di mana para siswa tidak memiliki fasilitas seperti handphone android atau pun laptop.

Menanggapi tidak semua siswa mempunyai fasilitas untuk proses pembelajaran (Luring), Tumipa mengatakan, guru rela mendatangi rumah siswa.

“Ada sistem modul, di mana guru-guru membuat tugas/modul kemudian diberikan ke anak-anak. Ada juga guru-guru yang menjadwalkan harus pergi ke rumah siswa yang harus dilayani. Tentunya harus sesuai dengan protokol kesehatan. Begitu juga yang dilakukan oleh para guru yang berada di pulau, mereka mengunjungi rumah siswa secara rutin,” tukasnya.

Lebih lanjut, Tumipa mengatakan kenapa Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulut sudah mengantisipasi untuk tidak menargetkan ketercapaian kurikulum dalam masa pandemi Covid19 ini. “Misalnya kurikulum untuk semester genap, harus selesai sekian topik, sekian tema, atau sekian bab. Nah itu torang nda,” tandasnya.

Sedangkan untuk kenaikan kelas kali ini, setiap sekolah bisa berbeda namun ada juga yang sama, yang pasti  Dinas Pendidikan Provinsi Sulut tidak mewajibkan adanya ujian semester untuk kenaikan. Karena proses ujian kenaikan dilakukan secara daring melalui tugas-tugas yang diberikan guru untuk para siswa.(jellina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here