Rekor Tertinggi, Manado Jadi Episentrum Penularan Covid-19

Juru Bicara Gugus Tugas Provinsi Sulut, dr Steaven Dandel MPH

Manado, SULUTREVIEW – Manado menjadi daerah dengan rekor tertinggi yang menyumbangkan penularan kasus Covid-19.

Menurut laporan epidemiologi ditemukan 57 kasus baru, di mana 52 kasus merupakan kontribusi dari Kota Manado.

“Manado memberikan sumbangan 52 kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 pada hari ini. Diikuti Minahasa 2 kasus, Bitung 1 kasus, Kotamobagu 1 kasus dan Bolsel 1 kasus,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dr Steaven Dandel MPH, pada Jumat (12/06/2020).

Sebaran yang sangat tinggi tersebut, lanjutnya, menjadikan Manado sebagai episentrum pandemi Covid-19. Realitanya, karena terjadi penularan yang sangat masif. Di mana dalam satu keluarga dapat menjangkiti sampai 5 orang.

“Dari paparan profiling ada 1 kasus yang melahirkan 5 kasus baru yang hadir dalam 1 keluarga. Bisanya rata-rata hanya 3 sampai 4 kasus. Penyebaran ini bukan dari PDP (Pasien Dalam Pengawasan) justru penularan diakibatkan oleh orang dalam rumah yang sebenarnya adalah poin of entry dari penularan virus,” kata Dandel.

Menurut Dandel banyak kasus yang ditemukan justru dari orang tanpa gejala (OTG) yang kemudian melakukan aktivitasnya secara normal. “Ada orang secara fisik masih muda, kuat yang kemudian beraktivitas ke mana-mana, sebenarnya merekalah yang menjangkiti keluarga sehingga kena kepada orang tua di dalam rumah yang kemudian ditetapkan sebagai PDP dan pada akhirnya meninggal,” ujar Dandel.

Dandel menyimpulkan bahwa, kedisiplinan dan kepatuhan terhadap protokol Covid-19 masih banyak yang mengabaikan. Terutama saat berada di luar rumah dan bekerja.

“Tidak patuh dan tidak disiplin pada protokol kesehatan, physical distancing yang kemudian membawa penyakit, sehingga keluarga kita tertular dan dirawat di rumah sakit. Ingat pandemi belum selesai, grafiknya naik tajam dan signifikan,” tegas Dandel.

Tingginya kasus yang ditemukan pada Sabtu (12/06/2020), tambah Dandel akan membebani penanganan di rumah-rumah sakit. Hal ini tentu saja perlu menjadi perhatian bersama.

“Meningkatnya kasus kali ini merupakan rekor tertinggi di sepanjang pelaporan epidemiologi yang murni didapatkan dalam satu hari. Berbeda dengan kasus lainnya yang merupakan akumulasi kasus,” ujarnya.

Dandel sebelumnya mengklarifikasi bahwa tambahan kasus terkonfirmasi positif ada 57 kasus bukan 65 dengan demikian total terkonfirmasi positif saat ini tercatat ada 636 kasus.

“Untuk kasus meninggal ada 3 orang, yakni kasus 590, 633 dan 635. Selanjutnya untuk jumlah ODP ada 155 dan PDP 235 kasus,” ujarnya sembari menambahkan bahwa Gugus Tugas Provinsi Sulut telah mengklarifikasi data pusat dan daerah yang sempat berbeda. Di mana pusat melaporkan tambahan 65 kasus, padahal data yang sesungguhnya adalah 57 kasus.

“Ada 8 kasus yang double register yang dinyatakan sebagai pasien terkonfirmasi positif. Ini sudah terjadi berulangkali, makanya kita mengumumkannya menunggu final dan data valid dan kami sampaikan ke Gugus Tugas,” terang Dandel.(hil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *