Bitung  

Lahan Stadion Duasudara Dan Pasar Winenet Dibahas Serius Di Rapat Banggar DPRD Bitung

Erwin Wurangian, Geraldi Mantiri, Audy Pangemanan, Albert Sarese

Bitung, Sulutreview.com
DPRD Kota Bitung khususnya pada Bagian Anggaran (Banggar) bersama pihak eksekutif Pemerintah Kota Bitung Kamis (04/06/2020) melaksanakan rapat diruang sidang utama.

Dalam rapat banggar tersebut dipimpin Ketua DPRD yang juga Ketua Banggar Aldo Nova Ratungalo SH bersama para anggota Banggar lainya yaitu Erwin Wurangian SH dan Geraldi Mantiri SE bersama Tim Pengelolan Anggaran Daerah (TPAD) yaitu Sekretaris Daerah Kota Bitung Dr Audy Pangemanan MS.i serta Asisten III Yoke Senduk, Kadis Pendapatan Daerah James Tumbel, Kaban Bappeda Ir Pingkan Sondakh, Kaban Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Albert Sarese SE serta Sekretaris Inspektorat.

Diketahui rapat Banggar ini membahas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI atas Laporan Keuangan Pemkot Bitung tahun 2019 Kamis (04/06/2020).

Dimana dalam rapat ini ada 2 hal menarik yang terangkat yaitu pertanyaan ini berawal dari apa yang ditanyakan Geraldi Mantiri SE soal adanya anggaran ganti rugi lahan Stadion Duasudara yang diduga ada anggaran yang sempat tercantum dalam APBD Pemkot pada tahun 2017 namun tiba-tiba di beberapa tahun terakhir ini anggaran yang kisaran 14 miliar tiba-tiba sudah entah kemana.

Gayung pun menyambut, case atau kasus tanah Stadion Duasudara sontak langsung ditanggapi oleh kader Golkar Bitung Erwin Wurangian SH yang menurut dia pada tahun 2017 itu dirinya masuk pada tim Banggar untuk membahas akan anggaran sekira 14 miliar untuk pembayaran lahan stadion duasudara sementara lahan tersebut belum jelas kepemilikannya.

Wurangian menambahkan bahwa penganggaran ganti rugi tanah Stadion Duasudara sangat misterius hingga kini karena item ganti rugi selalu muncul di APBD Kota Bitung setiap tahunnya tapi tidak pernah direalisasikan.

“Sekitar tahun 2017, ganti rugi tanah Stadion Dusudara ditata dalam APBD sebesar Rp14 miliar sekian. Namun tiba-tiba hilang dan tersisa Rp100 juta setelah dikonsultasikan ke Pemprov Sulut,” kata Erwin.

Dirinya mempertanyakan soal lahan stadion tersebut, sebab jika itu sudah dibayar, “kemudian status lahannya belum jelas dan dikemudian hari terjadi temuan pasti pihak DPRD juga kena imbasnya, sebab saya masuk tim pembahasan akan lahan Stadion Duasudara tersebut,” kata Kader muda Golkar Bitung ini.

Dirinya pun menyoroti akan pembenahan-pembenahan yang sudah dilakukan di stadion duasudara. “Sebab statusnya tanahnya belum jelas. Kenapa harus ada pengerjaan perbaikan dan lain-lain didalamnya saat ini. Ini kan tidak bisa, nantinya akan bermuara pada Tuntutan Ganti Rugi (TGR),” semprot Wurangian.

Pernyataan Wurangian ini langsung ditanggapi oleh Sekkot Audy Pangemanan menurutnya bahwa memang untuk status tanah lahan Stadion Sudara sampai saat ini belum ada alas haknya. “Sehingga untuk anggaran lalu dipindahkan ke Dinas Pemuda dan Olahraga untuk juga persiapan Pekan Olahraga Provinsi Sulut yang dilaksanakan di stadion duasudara ini,” ujarnya sembari menyampaikan bahwa nantinya akan disampaikan oleh Pak Kaban Pengelolaan Aset Daerah Albert Sarese.

Sarese pun langsung menambahkan bahwa memang sebelumnya ada angaran sekira 10 miliar sekian ada di Bagian Umum yang direncanakan untuk penganggaran pembayaran lahan stadion. Akan tetapi karena masih bermasalah sehingga anggaran tersebut dipindahkan ke Bagian Dinas Pemuda Olahraga untuk kesiapan pelaksanaan Porprov. “Memang yang saya ketahui belum ada pembayaran akan lahan stadion duasudara ini. Namun lebih jelasnya saya akan berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga,” katanya.

Selain itu juga Wurangian mendesak agar Pemkot juga dapat menyelesaikan aset-aset tanah selain Stadion Duasudara ada juga tanah Pasar Winnet yang sampai saat ini masih belum selesai.(zet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *