Keluarga Jemput Paksa Jenazah PDP di RS Pancaran Kasih, Begini Kronologi Kejadiannya

0
4864
Keluarga menggotong jenazah di tengah kerumunan massa untuk dibawa pulang

Manado, SULUTREVIEW

Meninggalnya Pasien Dalam Pengawasan (PDP), atas nama Jamin Lasarika usia 52 tahun, yang merupakan warga Kelurahan Ternate Baru Lingkungan I Kecamatan Singkil Kota Manado, menuai kontroversi.

Pasalnya, jenazah yang ada di ruangan pemulasaran Rumah Sakit (RS) Pancaran Kasih yang siap dikuburkan itu, dijemput paksa oleh keluarga untuk dimakamkan.

Praktis, informasi yang menyebar luas di timeline media sosial itu menjadi viral dan menuai beragam komentar netizen.

Menyikapi persoalan tersebut, Ketua Gugus Tugas Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang juga Kepala Biro Pemerintahan Sekretaris Daerah Provinsi Sulut, Dr Jemmy Kumendong MSi menjelaskan kronologis kejadiannya.

“Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal dunia atas nama Jamin Lasarika di ruang ICU Isolasi RSU Pancaran Kasih GMIM Manado. Tepatnya pada hari Senin tanggal 1 Juni Pukul 13.30 Wita,” jelas Kumendong.

Menurut Kumendong, almarhum masuk Rumah Sakit pada Selasa (26/05/2020) pada pukul 10.20 Wita dan meninggal Senin (1/06/2020) Pukul 13.30 Wita.

“Berdasarkan keterangan perawat RSU Pancaran Kasih pasien mengalami penyakit diagnosa pneumonia dan kehilangan kesadaran, PDP berat. Kemudian dengan adanya gejala penyakit tersebut maka pasien masuk dalam kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan akan dilakukan penanganan sesuai standar Covid- 19,” jelas Kumendong.

Selanjutnya, pada pukul 15.00 Wita pihak keluarga masih tidak setuju jenazah dilakukan penanganan dengan protokol Covid-19.

Kemudian pada pukul 17.40 Wita masyarakat dan massa mendapat isu  jika pihak keluarga akan mendapatkan uang sebesar Rp. 15.000.000,- (Lima Belas Juta Rupiah) dari pihak RSU Pancaran Kasih kemudian massa semakin tidak terkendali dan langsung mencari jenazah untuk dibawa ke rumah duka.

“Pukul 17.50 Wita pihak keluarga bersama masyarakat berhasil membawa jenazah dan langsung menuju rumah duka di Kelurahan Ternate Baru Lingkungan I Kecamatan Singkil kota Manado untuk dilakukan pemandian dan sholat jenazah serta persiapan pemakaman,” tambah Kumendong.

Berdasarkan keterangan Khairul Lasarika selaku anak dari jenazah pasien menerangkan bahwa pada saat selesai memandikan jenazah pihak Rumah Sakit dalam hal ini dokter yang menangani memberikan uang kepada anak almarhum agar jenazah tidak lagi dibawa ke rumah dan langsung dibawa ke lokasi pemakaman dan dimakamkan sesuai prosedur Covid-19.

“Keterangan atau issue tersebut dikatakan di hadapan massa yang ikut menjemput jenazah kemudian timbul Reaksi dari massa sehingga pihak keluarga beserta massa sekira 150 an orang menerobos ruang jenazah. Selanjutnya jenazah dengan menggunakan ambulance menuju rumah duka di wilayah Singkil.

“Pukul 18.00 Wita Kapolresta Manado AKBP Elvianus Laoli SIK tiba di RSU Pancaran Kasih, selanjutnya Kapolresta bersama Pers. Setelah dilakukan pengecekan diketahui pihak RSU Pancaran Kasih tidak menyatakan pernyataan memberikan uang tersebut dan yang menyebarkan isu tersebut dari pihak keluarga an. Khairul Lasarika, umur 28 tahun, agama Islam, alamat Kelurahan Ternate Baru Lingkungan I Kecamatan Singkil kota Manado,” jelas Kumendong.

Identitas Pasien :
Nama                   : Jamin Lasarika
Tanggal Lahir.     :  Manado,  04 Juni 1968 / 52 Tahun
Alamat                  : Kelurahan Ternate Baru Lingkungan I Kecamatan Singkil kota Manado
Jenis kelamin.     : Laki – laki
Agama.                 : Islam
Status Pasien      : Pasien Dalam Pengawasan (PDP).
(hil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here