Terjadi Penjangkitan Masif, Total Covid-19 di Sulut Tembus 230 Kasus

Petugas surveilans usai melakukan screening rapid test di Dinkes Sulut

Manado, SULUTREVIEW

Penjangkitan Covid-19 di Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan tren yang terus meningkat.

Berdasarkan data laporan terupdate, mencatat penambahan 29 kasus. Sehingga totalnya tembus 230 kasus.

Untuk pasien sembuh ada 2 orang, yaitu kasus 52 asal Bolmut dan kasus 75 asal Talaud dengan demikian jumlah keseluruhan menjadi 34 orang.

Untuk yang meninggal bertambah 3 orang yakni kasus 204, 207 dan 222. Jadi total meninggal ada 18 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Sulut, dr Steaven Dandel MPH menjelaskan dari 29 kasus, sebanyak 8 kasus merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang datang ke rumah sakit, dan bergejala. Selanjutnya untuk yang 21 orang ditemukan oleh kegiatan screening, pelaku perjalanan maupun daerah klaster yang dilakukan sebelumnya.

“Kalau kita menunggu pemeriksaan surveilans di laboratorium rumah sakit, kita bisa kehilangan 60% kasus. Tetapi dengan kita memperluas jejaring, kontak erat risiko tinggi (KERT) dan pemeriksaan screening maka dapat diketahui, kita pahami dan kita buat hipotesa bahwa telah terjadi penjangkitan yang cukup masif,” jelas Dandel Minggu (24/05/2020).

Dandel merinci, 29 kasus baru tersebut meliputi :

Kasus 202, perempuan 54 tahun asal Talaud merupakan pelaku perjalanan dari Manado

Kasus 203, perempuan 17 tahun asal Talaud pelaku perjalanan dari Manado

Kasus 204, laki-laki 42 tahun asal Manado yang sebelumnya dirujuk dari Bolmong ke RSUP Kandou. Di mana yang bersangkutan sudah meninggal pada 15 Mei dan memiliki penyakit penyerta (kamorbit) gagal ginjal

Kasus 205, laki-laki 42 tahun asal Talaud pelaku perjalanan atau seperti kasus 202

Kasus 206, laki-laki 1 tahun asal Talaud sama dengan kasus 205 pelaku perjalanan

Kasus 207,perempuan 48 tahun asal Manado meninggal pada 17 Mei dengan penyakit penyerta TBC/paru

Kasus 208, perempuan 17 tahun asal Manado

Kasus 209, perempuan 25 tahun asal Mdo merupakan ekspansi rapid dan swab screening di dinkes

Kasus 210, laki-laki 70 tahun asal Manado, yakni naik status dari PDP

Kasus 211, perempuan 30 tahun asal Minut naik status dari PDP

Kasus 212, perempuan 57 tahun asal Bitung naik status dari PDP

Kasus 213, perempuan 26 tahun asal Manado  screening Dinkes

Kasus 214, laki-laki 51 tahun asal Mdo KERT dengan kasus 74

Kasus 215, pria 25 tahun asal Manado,  screening Dinkes Sulut

Kasus 216, laki-laki 54 tahun asal Manado naik status dari PDP

Kasus 217, perempuan 33 tahun asal Minut screening dari Dinkes Minut

Kasus 218, laki-laki 28 tahun asal Manado screening Dinkes Sulut

Kasus 219, perempuan 60 tahun asal Manado, screening Dinkes Manado

Kasus 220, laki-laki 50 tahun asal Minut screening Dinkes Minut

Kasus 221, laki-laki 59 tahun asal Manado screening Dinkes Manado,  Pasar Pinasungkulan

Kasus 222, pria 46 tahun asal Minut naik status dari PDP namun sudah meninggal pada 18 Mei dengan penyakit penyerta (komorbit) TB/paru

Kasus 223, perempuan 6 tahun asal Manado KERT 57

Kasus 224, perempuan 44 tahun asal Manado, Smscreening Dinkes Sulut

Kasus 225, perempuan 39 tahun asal Manado KERT kasus 41

Kasus 226, perempuan 57 tahun asal Manado, screening rapid tes swab Dinkes Manado di pasar Pinasungkulan

Kasus 227, laki-laki 50 tahun asal Manado screening rapid tes swab Dinkes Manado di pasar Pinasungkulan

Kasus 228, laki-laki 45 tahun asal Manado screening Dinkes Manado di pasar Pinasungkulan

Kasus 229, perempuan 18 tahun asal Manado, screening Dinkes Manado di pasar Pinasungkulan

Kasus 230, perempuan 43 tahun asal Manado yang merupakan KERT kasus 57.(hil)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *