Tradisi, Suara Menteri Selalu Diberikan ke Suara Mayoritas atau Dibagi Rata

0
300
Gedung Polimdo

Manado, SULUTREVIEW

Pemilihan calon Direktur Politeknik Negeri Manado (Polimdo) kini mulai memanas, klaim perolehan suara pun menjadi perbincangan hangat tidak hanya dikalangan civitas akademika.

Sejumlah kalangan pun kini bertanya-tanya kemana 35 persen hak suara dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) untuk pemilihan Direktur Polimdo.

Berdasarkan hasil proses penjaringan calon Direktur Polimdo, yang digelar pada Selasa (12/05/2020), menghasilkan tiga calon direktur terpilih dari enam bakal calon yang ada.

Ketiga calon tersebut yaitu Olga Melo ST MT, Prof Dr Debby Wilar ST MEngSc dan Dr Daisy Sundah SE MEdM.  Berdasarkan hasil pemilihan tersebut, dari hasil pemilihan oleh 24 anggota Senat Polimdo, diperoleh hasil Olga Melo ST MT mendapat 13 suara, Prof Dr Debby Wilar ST MEngSc mendapat 10 suara, sementara Dr Daisy Sundah SE MEdM meraih 1 suara.

Sehingga 35 persen suara menteri adalah 12,9, dan jika dibulatkan menjadi 13 suara. Sedangkan 65 persen suara senat adalah 24 suara. Total jumlah suara yang akan diperebutkan berjumlah 37 suara.
Rencananya pada tanggal 24 Juni nanti dilaksanakan pemilihan Direktur, sudah akan dipastikan siapa yang memperoleh suara tertinggi akan menjabat sebagai Direktur Polimdo definitif periode 2020-2024.

Sebagian kalangan menilai bahwa, proses penjaringan bakal calon Direktur pada 12 Mei lalu yang berlangsung secara demokratis itu, merupakan representatif hasil penilaian dan keinginan sebagian besar anggota Senat Polimdo.

Publik berpendapat bahwa, 13 suara yang diperoleh Olga Melo ST MT dari hasil pemilihan oleh anggota senat merupakan representatif kalangan senat.

Dengan adanya peraturan bahwa 35 persen suara calon Direktur ditentukan oleh Menteri tentu memiliki pengaruh besar dalam menentukan siapa calon Direktur Polimdo 2020-2024 mendatang. Hasil perolehan suara pada penjaringan bakal calon Direktur lalu akan menjadi perhatian Menteri.

Sebanyak 37 suara diperebutkan Perolehan 13 suara yang diraih Olga Melo ST MT, bisa bertambah atau berkurang. Begitu juga dengan perolehan 10 suara yang diraih oleh Prof Dr Debby Wilar ST MEngSc dan 1 suara Dr Daisy Sundah SE MEdM, masih bisa bertambah atau berkurang.

Namun sebagian kalangan menilai jika arus kekuatan keinginan untuk saling merebut suara itu bisa saja terjadi. Akan tetapi kecendrungan arus untuk memilih dan menguatkan siapa yang memperoleh hasil terbanyak berdasarkan hasil pemilihan kemarin tentu akan lebih kuat lagi.

Karena efek dari hasil perolehan suara dari proses penjaringan bakal calon tersebut sangat berpengaruh. Sejumlah kalangan pun berandai-andai, jika kemudian suara menteri diberikan ke salah soerang saja tentu akan sangat mempengaruhi hasil yang telah diperoleh dari proses penjaringan sebelumnya.

Kalau kemudian formasi hasil suara senat 13, 10 dan 1 suara tetap bertahan, sementara 35 persen suara menteri dibahagi rata kesemua calon, tentu sudah bisa diprediksi siapa yang akan terpilih.

Begitu juga sebaliknya, jika 35 persen suara Menteri diberikan hanya kesalah seorang calon saja, tentu akan sangat mempengaruhi konstalasi hasil yang sudah ada. Namun pertanyaanya adalah akankah 35 persen suara menteri hanya akan diberikan kepada salah seorang calon saja ? Tentu banyak hal yang bisa menjadi pertimbangan Menteri.

Kalau suara menteri utuh diberikan ke peraih suara minoritas, maka itu sama saja menteri mengabaikan suara mayoritas senat yang notabene lebih tahu profil kandidat yang dipilih dan kondisi kampus sebenarnya.

Sebab sebagian orang menilai, jika semua calon tentu mempunyai nilai sama dimata Menteri. Berkaca pada pemilihan Rektor di Perguruan Tinggi (PT) yang ada di Sulut, maka suara Menteri akan dibagi rata kesemua calon atau mengikuti suara mayoritas senat.(bil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here