5 Warga Bitung Dari Ternate Akhirnya Diisolasi Covid-19 Di Pemprov Sulut

0
268

Kapal KM Permata Obi saat sandar di pelabuhan Manado mengangkut 57 penumpang, 5 diantaranya adalah berasal dari Kota Bitung diisolasi covid-19 oleh Pemprov Sulut

Bitung, Sulutreview.com
Dengan dibalut dari sisi kemanusiaan Kapal Laut dari Kota Ternate KM Permata Obi yang mengangkut penumpang asal Sulawesi Utara (Sulut) akhirnya kembali lagi datang ke Sulawesi Utara (Sulut).

Kapal Permata Obi ini dikabarkan telah mengangkut 57 penumpang asal Sulawesi Utara (Sulut) yang telah sandar di Pelabuhan Manado pada Selasa (12/05/2020).

Diperoleh kabar, bahwa datangnya 57 penumpang yang merupakan perantau asal Sulut ini dari Kota Ternate ini, sudah terkatung-katung di Kota Ternate karena sudah tidak lagi bekerja imbas Covid-19 saat ini.

Yang menarik dari 57 penumpang ini ada 5 orang berasal dari Kota Cakalang Bitung  tidak ada penjemputan dari tim Gugus Tugas Covid-19 Bitung untuk penanganan pencegahan Covid-19 untuk diisolasi.

Akan tetapi infornasi diperoleh menyebutkan ke-5 warga Bitung telah ditangani oleh tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulut untuk diisolasi selama 14 hari.

Pihak Pemerintah Provinsi Sulut saat dikonfirmasi wartawan Sulutreview.com melalui Asisten 1 Pemprov Drs Edison Humiang MS.i membenarkan bahwa ada kapal masuk di Pelabuhan Manado dari Kota Ternate bernama KM Permata Obi yang mengangkut 50 penumpang asal Sulut.

Kendati demikian masuknya Kapal KM Permata Obi yang mengangkut 57 penumpang asal Sulut ini, sudah dilakukan pemeriksaan pencegahan Covid-19 secara ketat seperti Rapid Test yang hasinya non reaktif atau negatif.

“Ya Pak Gubernur yang meminta warga ini dipulangkan dari pada mereka sudah tidak menerima gaji, tidak bekerja sementara rumah mereka ada di sulut, bagaimanapun lebih baik disini rumah kita sendiri,” jelas Asisten 1 Pemprov Sulut Drs Edison Humiang MS.i

Humiang sendiri mengatakan jika kedatangan warga Sulut ini bukan tidak didata ataupun tak melewati protokoler Covid. “Surat yang kita kirimkan ke KSOP Ternate jelas Mulai dari data, alamat tempat tingal dan kita cek lagi ke daerah tempat tinggal apakah benar-benar warga Sulut atau bukan, kemudian disana sudah melakukan serangkaian test pun demikian saat masuk di Manado mereka juga mengikuti serangkaian test protocol covid yang  ketat,” kata Humiang.

Mantan Asisten 1 Pemkot Bitung ini menjelaskan bahwa jika pemerintah provinsi sendiri langsung mengarahkan kapal ke pelabuhan Manado akibat ketatnya ijin masuk pelabuhan Bitung ditambah dengan penolakan pemkot Bitung.

“Dalam rombongan ini ada 5 warga Bitung yang saat ini sementara di isolasi di Rumah Singgah Provinsi Sulut,” ungkap Humiang.

Sementara itu, Legislator Dewan Provinsi Sulut Fabian Kaloh MSi kepada wartawan meminta agar pemkot Bitung bisa menjemput 5 warga Kota Bitung yang ada dalam rombongan tersebut.

“Ada 5 Warga Bitung sebaiknya pemkot Bitung datang menjemputnya dan memasukan para perantau ini ke rumah singgah di kota Bitung,”pinta Kaloh

Akan tetapi salah satu juru Bicara Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid 19 Kota Bitung Ruddy Wongkar saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui kedatangan 5 warga Bitung tersebut. “Saya akan berkoordinasi lagi dengan pihak Gugus tugas Covid, saya juga belum tau mereka ada dimana sekarang,” ungkapnya.

Secara terpisah Jubir Covid-19 Bitung dr Jeaneste Watuna MKes ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya sampai saat ini, pihaknya belum mendapat informasi ataupun koordinasi dengan pihak Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulut. “Kalau pun kapal dari Ternate tersebut datang melalui pelabuhan Manado. Tentu tim gugus tugas disana yang akan mengisolasi mereka,” singkatnya.

Ditanya soal penumpang Kapal Port Link lalu yang datang melalui pelabuhan Bitung yang langsung dijemput tim Pemprov Sulut akan penumpang asal luar Bitung.

Menurut Watuna bahwa hal itu juga memang adalah kewenangan Provinsi Sulut.(zet)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here