Manado, SULUTREVIEW
Rasa kemanusiaan warga di tengah pandemi Covid-19 telah hilang. Hal itu dapat dibuktikan dengan berbagai penolakan yang dilakukan saat akan menguburkan jenazah korban virus Corana tersebut.
Hal yang sama juga dilakukan warga di Bumi Nyiur Melambai, sehingga menyikapi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) melakukan kajian. Salah satu upayanya adalah menyurati pemerintah daerah, dalam hal ini kabupaten/kota.
“Saya sudah menyurati kabupaten/kota agar setiap daerah menyiapkan lahan pekuburan untuk korban Covid-19. Tetapi sampai saat ini tidak ada satupun yang menjawabnya,” ungkap Olly usai melakukan tinjauan persiapan laboratorium PCR, Kamis (30/04/2020).
Kembali kata Olly, bahwa dengan menyediakan lahan pekuburan bagi korban Covid-19, maka dapat mengatasi berbagai penolakan yang dilakukan warga.
“Makanya karena tidak ada jawaban dari kabupaten/kota Pemprov Sulut melakukan kajian dengan rencana menggunakan lahan Ilo-ilo yang ada di Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Di sana ada 100 hektar, di mana 30 hektar sudah ditempati warga. Dan itu akan kita bagikan kepada masyarakat. Nah, sisanya yang 5 hektar kita siapkan untuk lahan pekuburan,” jelas Olly.
Olly sangat menyayangkan apabila upaya itu kembali ditolak.
“Apabila terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan, trus mau dibawa kemana itu jenazah. Apa mau ditanam di jalan. Pemerintah melakukan semua itu sudah pikir panjang ke depan. Sebab, saat ini kita sedang menghadapi bencana non alam. Jadi pengertian semua pihak sangat diharapkan,” tandasnya.
Olly juga menambahkan agar masyarakat Sulut bersama-sama bergotong-royong di tengah pandemi.
“Mari kita sama-sama bergotong royong. Ini bukan waktunya untuk melakukan pencitraan,” imbuhnya.
Diketahui, rencana pemanfaatan lahan Ilo-ilo di Kecamatan Wori telah ditolak mentah-mentah oleh Bupati Minut, Vonnie Anneke Panambunan.
“Kita ambil langkah ini adalah untuk kemanusiaan, karena kabupaten/kota tidak meresponinya. Kasian mereka yang menjadi korban Covid-19, telah ditolak warga. Contohnya saja di Talawaan, Kuhun dan Mapanget. Makanya mari kita jaga diri kita agar tidak terjangkit virus ini. Seperti yang dilakukan di Vietnam,” tandasnya.(hil)













