Laboratorium PCR Beroperasi di Sulut, Uji Sampel Covid-19 Lebih Cepat

0
357
Gubernur Olly saat memantau kesiapan lab PCR

Manado, SULUTREVIEW

Penanganan Covid-19 di Sulawesi Utara (Sulut) terus dioptimalkan. Salah satunya dengan menyediakan laboratorium Polymerase Chain Reaction (PCR) yang ditempatkan di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Manado.

Untuk memantau kesiapannya, Gubernur Sulut, Olly Dondokambey meninjau langsung keberadaan fasilitas laboratorium tersebut.

Laboratorium PCR ini diharapkan dapat meningkatkan kecepatan diagnosa dan kecepatan penentuan status pasien dalam pengawasan (PDP) di Sulut sehingga tenaga medis dapat segera memberikan penanganan yang tepat bagi PDP, baik yang meninggal maupun yang membutuhkan pengobatan Iebih lanjut.

Pada kesempatan itu, Gubernur Olly yang didampingi Sekdaprov Edwin Silangen mengatakan nantinya pemeriksaan sampel berlangsung lebih cepat dari sebelumnya yang dilakukan di Jakarta.

“Kita tidak perlu lagi menunggu terlalu lama hasil tes dari Makassar maupun Jakarta. Sebagai contoh kita sudah mengirimkan hampir 200 sampel untuk melihat hasil swab kita, tapi yang turun sampai hari ini baru 72 jadi masih ada 100 lebih yang belum turun hasil dari Jakarta,” kata Olly Kamis (30/4/2020).

“Ya mudah-mudahan dengan beroperasinya laboratorium milik pemerintah pusat di Sulut diperkirakan hari Senin depan, sudah bisa beroperasi. Dengan demikian kita dapat mendeteksi lebih awal jumlah pasien covid-19,” lanjutnya.

Dibsamping kesiapan laboratorium, Olly juga optimis jumlah pasien covid-19 yang sembuh akan terus meningkat. Diketahui hingga Rabu kemarin tercatat dari 44 pasien covid-19 di Sulut, 14 diantaranya telah sembuh.

“Nah ini kita harus berdoa terus sehingga bisa cepat sembuh orang-orang yang terdampak covid-19 ini,” ucap Olly.

Selain mengunjungi laboratorium PCR, Gubernur Olly juga meninjau Gedung Paradise Product Promotion Center (P3C) Kairagi yang rencananya bakal digunakan sebagai alternatif rumah singgah bagi Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Menurutnya, setiap fasilitas yang disediakan Pemprov Sulut merupakan bentuk kesiapsiagaan dan antisipasi dalam penanganan covid-19.

“Banyak yang kita akan persiapkan. Ya mudah-mudahan persiapan-persiapan kita ini tidak digunakan, tetapi sebagai manusia pemerintah harus mempersiapkan ibarat hujan, sediakan payung sebelum hujan , jadi tugas pemerintah itu semua dilakukan,” tandasnya.

Pentingnya fasilitas rumah singgah, gubernur mengatakan agar kabupaten/kota menyikapinya dengan serius.

“Kabupaten/kota harus meresponi hal ini, karena fungsi rumah singgah ini untuk isolasi warga yang melakukan kunjungan atau dari daerah terjangkit,” kuncinya.(hil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here