Bitung  

Sebagian Tenaga Medis Puskes Ranowulu Masih Maksimalkan Jas Hujan Untuk Jadi APD

Suasana pelayanan di Puskesmas Ranowulu

Bitung, Sulutreview.com
Para medis di Indonesia saat ini, layak menyandang status Pahlawan ditengah Pandemi Virus Corona Covid-19.

Betapa tidak, sosok tenaga medis adalah merupakan Garda Terdepan dalam menangani akan kasus Covid-19 diseluruh Dunia bahkan di Indonesia termasuk Sulawesi Utara (Sulut).

Akan tetapi meski di beberapa Kabupaten dan Kota di Sulut ini sudah memiliki anggaran penanganan Covid-19. Namun pantauan di lapangan masih ada saja tenaga medis yang belum memiliki fasilitas lengkap seperti baju yang standard dalam melakukan penanganan kasus Covid-19 yang saat ini masih mewabah secara masif di Indonesia termasuk Sulut yaitu Kota Bitung.

Seperti terpantau di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Ranowulu Kota Bitung Kecamatan Ranowulu Senin (20/04/2020).

Disana tenaga medis sebagian masih memaksimalkan Alat Perlindungan Diri (APD), khususnya baju dengan menggunakan jas hujan saja, padahal memang baju standard sangat dibutuhkan.

Kepala Puskesmas Ranowulu dr Ella Sengke ketika dikonfirmasi wartawan Sulutreview.com tak menampiknya. Menurutnya memang dari 67 tenaga medis secara keseluruhan sebagian hanya menggunakan pakaian hujan saja. “Sebab hanya beberapa khususnya dokter yang mendapat baju APD yang masih dibilang standard.

Ditanya apakah dari Pemkot Bitung sudah membantu akan APD. Menurut Sengke bahwa sudah ada namun belum secara keseluruhan. “Kami memang masih menunggu bantuan Pemerintah lagi dalam hal ini Dinas Kesehatan untuk melangkapi akan APD. Sebab memang jika memesan itu secara pribadi untuk saat ini memang prosesnya lama dan mahal,” ujarnya.

Meski APD kami belum lengkap, sambung dr Ella akan tetapi dalam pelayanan kepada setiap pasien dilakukan SOP Penanganan Covid dimana pasien wajib memakai masker, cuci tangan dan periksa suhu tubuh.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan membenarkan bahwa memang untuk baju APD disetiap Puskesmas masih maksimalkan apa yang ada. “Benar memang pada awal Covid-19 di bitung semua kaget dan APD pada waktu itu mahal dan tidak ada barang semua cuma pesan kemudian alternatif saat itu jas hujan. Akan tetapi sejak akhir bulan Maret APD sudah mulai masuk,” ujarnya via WhatsAPP.(zet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *