Kolongan, SULUTREVIEW
Meski disibukkan dengan berbagai aktivitas penanganan pandemi Coronavirus Disease (Covid-19), namun hal itu tidak menjadi beban Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey.
Bagi Olly di tengah guncangan virus yang berdampak pada berbagai aspek kehidupan, namun hati harus tetap bersukacita.
Menurut orang nomor satu di Sulut ini, bahagia itu sederhana. Bukan diukur dari harta yang melimpah namun dari hati yang mau mengucap syukur.
“Bahagia itu sederhana, kuncinya adalah mengucap syukur kepada Tuhan,” katanya Sabtu (18/04/2020).
Tak dapat dipungkiri pandemi Covid-19, memberikan banyak perubahan dalam kehidupan seluruh lapisan masyarakat di dunia. Dampak pada segi kesehatan masyarakat terlihat begitu jelas. Selain itu, dampak di sisi ekonomi juga dirasakan seluruh warga.
Meskipun begitu bukan berarti kondisi ini bisa membuat patah semangat. Olly mengatakan, jangan menyerah dengan keadaan
“Menghadapi keadaan saat ini, jangan menyerah. Apa yang bisa dilakukan, tetaplah lakukan,” tukasnya.
Menurutnya, sikap berani menghadapi dan memahami keadaan yang ada, bisa membuat Sulut mampu melewati masa sulitnya sambil tetap menjalani pola hidup sehat demi mencegah covid-19.
“Hidup harus terus berjalan. Jangan menyerah,” kata Olly usai member pakan rumput kepada sapi peliharaannya di Desa Kolongan, kabupaten Minahasa Utara.
Olly yang mengetahui, perkembangan Covid-19 di Sulut, kembali menebar energi positif bagi warganya.
Saat menjalani aktivitas paginya, Olly nampak tak jijik memungut rumput untuk disajikan bagi sapi peliharaannya. Mengumpulkan buah kelapa, bahkan harus nyemplung ke sawah menanam padi demi mensukseskan program ketahanan pangan.
Olly memahami, sektor pertanian justru menjadi salah satu pengaman dalam menghadapi pandemi Covid-19.
“Seluas apapun lahan tidur harus dimanfaatkan dengan tanaman pangan produktif yang hasilnya dapat langsung dirasakan warga. Tidak ada sesuatu yang akan sia-sia bila kita menanam dengan niat yang baik karena apa yang kita tanam sekarang akan kita panen nantinya,” ujar Olly.
Lanjutnya, baik pemerintah provinsi dan kabupaten/kota serta seluruh masyarakat juga harus bersatu, saling mendukung dan saling menguatkan agar ujian di tengah pandemi covid-19 ini dapat segera terlewati.
“Kita harus kesampingkan kepentingan pribadi, kelompok dan golongan,” katanya.
Namun demikian, Olly mengajak masyarakat melihat dengan jernih setiap tantangan di tengah pandemi covid-19. Selalu ada pelangi dibalik hujan badai. Tuhan sudah mengatur semuanya. Langit tidak selalu biru, cahaya matahari dan mendung muncul bergantian.
“Dimana ada gelap pasti ada terang kalau kita bisa betul-betul menjaga kebersamaan kita,” ujar Olly.(hil/*)













