Buka Tutup Pasar di Minsel, Jadi Ancaman Meluasnya Covid-19

0
192
Suasana pasar tradisional di Minsel

Amurang, SULUTREVIEW

Penerapan buka tutup pasar di Minahasa Selatan (Minsel) disesali banyak pihak. Pasalnya dapat berujung bencana lantaran ‘memaksa’ warga melanggaran himbauan jaga jarak oleh Presiden.

Ini terbukti pada hari Senin (30/03/2020) saat jadwan pasar Amurang dibuka, terjadi penumpukan pembeli yang rawan terjadi penularan Covid-19 secara masiv. Kasusnya pun berlanjut pada hari Selasa (31/03/2020) di Pasar Tumpaan.

“Jelas kebijakan yang diambil dengan membuat sistim buka tutup pasar dengan memberi jadwal hanya dua hari buka dalam seminggu, menjadi rawan. Apa pasal? terjadi kepanikan dari warga yang akhirnya ramai berbondong-bondong ke pasar. Bisa kita lihat himbauan menjaga jarak akhirnya terabaikan. Ini jelas membuka peluang menjadi pintu pasuk penyebaran Covid-19 secara masiv,” tukas Maikel Sengkey, anggota DPRD dari Fraksi Nasdem.

Dia menyarankan agar pasar tetap dibuka tiap hari, hanya jam operasional dikurangi. Sehingga tidak terjadi tumpukan pengunjung yang membahayakan.

“Jangan ambil resiko meneruskan kebijakan tutup buka yang dapat menjadi sumber penularan Covid-19. Kalau boleh rubah saja menjadi pembatasan jam operasional. Sehingga tidak terjadi ledakan pengunjung. Jangan ambil resiko yang tidak perlu,” tegasnya.

Sedangkan tokoh masyarakat Ruddy Wurangian bahkan meminta PD CWE bertanggungjawab atas kebijakan yang membahayakan publik.

“PD CWE dan Pemkab Minsel harus bertanggungjawab dengan kebijakan yang justru mendorong warga melanggar perintah presiden untuk sosial distancing. Apalagi bila karena kebijakan tersebut terjadi ledakan warga terjangkit. Sebab kita tidak mengetahui apakah ada warga yang datang telah terjangkit atau tidak,” papar Ruddy Wurangian.

Harusnya Polres Minsel dapat menghentikan kebijakan yang dapat menjadi sumber malapetaka. Jangan menunggu jatuh korban lebih dulu baru dilakukan pengamanan. Dicontohkannya di Pasar Amurang dan Tumpaan yang saat dibuka pengunjung membludak.

Lebih mirisnya lagi saat pasar dibuka tidak ada pengamanan atau kelengkapan yang disediakan mencegah penyebaran.

“Secepatnya kebijakan yang diambil dibatalkan. Supaya Minsel terhindar dari Covid-19. Kan sudah terbukti terjadinya ledakan pengunjung di pasar. Kami minta Kapolres tegas akan hal ini. Jangan biarkan warga menjadi korban. Semoga saja permintaan warga dapat ditindaklanjuti,” urainya.(noh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here