Beredar Listing Staf DPRD Sulut Terkait Covid-19 yang Berujung Teror

0
3647
DPRD Sumut saat melakukan kunker di DPRD Sulut, tanggal 12 Maret 2020 lalu.

Manado, SULUTREVIEW

Daftar atau listing nama-nama staf Sekretariat DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang beredar luas di media sosial, mulai dari facebook hingga group whatsapp, yang berkaitan dengan Covid-19 berujung teror.

Sejumlah nama yang tertera di listing, mengaku di-telephone oleh orang-orang yang tidak dikenal. Dan rata-rata komunikasi mengarah pada intimidasi. Bahkan dengan paksa meminta penjelasan alamat rumah secara rinci.

Hal itu mudah dilakukan, karena dalam list sudah tertera alamat dan nomor telephone yang dapat dihubungi.

“Betul ngana (kamu-red) ini yang ada di daftar ada iko kegiatan kunjungan kerja DPRD Sumut. Di sebelah mana ngana pe rumah. Pertanyaan yang disampaikan detil dan memaksa,” ungkap sumber yang enggan disebutkan namanya.

“Hal ini sangat mengganggu, bukan hanya soal privacy tetapi lebih kepada ketidaknyamanan,” ujarnya kembali sembari berharap agar yang mengedarkan list tersebut dapat dilacak.

“Harus dilacak karena sudah dengan sengaja mengedarkan dokumen yang harusnya bukan untuk konsumsi publik,” tandasnya.

Hal yang sama juga dialami salah satu kepala sub bagian DPRD Sulut, yang dari pagi sampai malam tak hentinya orang mengkonfirmasi. Sehingga dia memutuskan untuk mematikan telephone.

“Lebih baik mematikan telephone daripada harus melayani orang-orang yang tidak dikenal,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi kepada Kepala Bagian Umum Jhon Paerunan, dirinya mengaku sangat kaget karena info listing nama-nama itu begitu cepat menyebar.

“Sebenarnya itu kan untuk kepentingan Satgas Covid-19. Yakni untuk melakukan pemeriksaan, apakah akibat kunjungan DPRD Sumut itu berdampak terhadap kesehatan kita. Nah itu kan harus dibuktikan secara medis. Jadi bukan berarti langsung mengklaim bahwa kita semua ini sudah kena Covid-19,” ujarnya menyesalkan.

Diketahui listing yang harusnya dimanfaatkan untuk kepentingan pengembangan kasus Covid-19, oleh pihak Media Center Satgas Covid-19, justru menjadi konsumsi publik. Dan menariknya diedarkan oleh internal di Sekretariat Dewan maupun salah satu Tenaga Harian Lepas (THL) yang ada di lingkup Pemprov Sulut.

“Pelaku penyebar list itu harus bertanggung jawab. Saat ini kita sedang melacaknya,” ujarnya.

Munculnya masalah ini, jelas sangat meresahkan. Sebab, masyarakat sangat sensitif. Antara takut dan khawatir akan meluasnya pandemi Covid-19.

“Jadi begitu muncul nama-nama yang tertera di list, masyarakat langsung mencari tahu,” imbuhnya.

Masyarakat diharapkan tidak serta merta menjustifikasi. Karena hal itu terlalu dini. Sebab, ada sejumlah tahapan sehingga seseorang dinyatakan Covid-19.

“Jadi nama-nama yang sudah tertera di list itu bukan berarti sudah Covid-19. Jangan berasumsi salah. Karena hal ini sangat merugikan,” tandas Paerunan.

Daftar nama-nama yang dituangkan tersebut, sejatinya untuk mengetahui lebih detail seberapa jauh interaksi yang dilakukan staf DPRD Sulut dengan anggota DPRD Sumut saat melakukan kunjungan kerja pada tanggal 12 Maret 2020 lalu.

Di mana usai kunjungan kerja tersebut, Aulia Agsa yang adalah anggota DPRD Sumut dinyatakan positif Covid-19.(hil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here