Covid-19 Terus Menyebar di Sulut, 11 Pasien Kini Diisolasi

0
1145
Dr Steaven Dandel MPH saat memberikan keterangan

Manado, SULUTREVIEW

Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) terus meluas, kali ini berdasarkan keterangan juru bicara Satgas Covid-19 Provinsi Sulut, dr Steaven Dandel MPH ada 11 orang dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Sebanyak 10 orang diisolasi di RSUP Prof Kandou, Minggu (22/03/2019).

Menurut Dandel, selain itu, jumlah Orang Dalam Pengawasan (ODP) yang sebelumnya berjumlah 271 orang, juga bertambah menjadi 229 orang.

“Terjadi penambahan jumlah PDP menjadi 11 orang. Sebanyak 10 orang di Kandou sementara yang 1 masih di rawat di RSUD Kotamobagu,” tukasnya di Media Centre dan Posko Satgas Dinas Kesehatan Pemprov Sulut.

Sementara itu, untuk satu pasien yang sebelumnya dinyatakan positif dan kemudian negatif, sampai saat ini masih dirawat secara intens di ruang isolasi.

“Pasien yang positif masih dirawat intens. Sedangkan yang negatif sudah dipulangkan,” katanya sembari merinci bahwa sejak Januari RSUP Kandouw sudah merawat 15 orang, tetapi yang 7 orang negatif dan sudah diizinkan pulang,” ujarnya.

“Yang 7 orang masih dirawat dan sampai hari Minggu (22/03/2020) ketambahan 4 orang PDP,” jelasnya kembali.

Selanjutnya untuk menyampaikan info kepada masyarakat luas agar dapat memantau perkembangan penanganan Covid-19, Pemprov Sulut telah me-launching website.

“Website resmi Sulut Tanggap Covid-19 akan dilaunching Pemprov Sulut. Dari website tersebut akan diketahui perkembangan penanganan Covid-19,” katanya.

Terkait hasil laporan Litbangkes, Dandel mengungkapkan bahwa pihaknya terus menunggu dan berkoordinasi secara terus menerus.

“Kami berharap hasilnya dapat secepatnya kami terima, dan akan kami sampaikan kepada masyarakat tentang perkembangannya,” tambahnya.

Diketahui, menindaklanjuti proses pendataan, tim Satgas tengah melakukan revisi data. Terutama dengan memisahkan data ODP, yang akan menggunakan kriteria Juknis versi kedua. Berikut ODP dengan kriteria Juknis versi ketiga.

”Yang dimaksud dengan versi kedua ini, adalah semua orang yang datang dari daerah terjangkit itu ODP. Dengan demikian versi ketiga untuk menetapkan ODP harus ditambah gejala demam atau batuk,” sebutnya.

Khusus kepada pelaku perjalanan ke daerah episentrum Covid-19, Dandel mengingatkan wajib melakukan self monitoring. Yakni mengisolasi diri sendiri selama 14 hari.

“Artinya jangan keluar rumah, karena bisa saja imunitasnya baik, maka yang bersangkutan tidak sakit tetapi dia bisa menjadi pembawa virus yang akan menjangkiti orang lain,” tandasnya.(hil)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here