Ruang BP-SDM Sulut Siap Tampung 250 Pasien Covid-19

0
301
Wagub Kandouw saat melakukan inspeksi ke BP-SDM

Manado, SULUTREVIEW

Mengantisipasi bertambahnya pasien Coronavirus (Covid-19), Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), telah menyiapkan ruangan yang ada di adan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BP-SDM) Provinsi Sulut, atau yang sebelumnya adalah Badan Pendidikan dan Pelatihan (Bandiklat) Maumbin.

Untuk memastikannya, Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw yang didampingi Sekprov Sulut, Edwin Silangen dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, dr Debie Kalalo turun langsung ke lokasi.

Wagub mengatakan bahwa rencana tersebut, telah dipikirkan oleh Gubernur Sulut, Olly Dondokambey.

“Mengantisipasi berbagai kemungkinan, Pak Gubernur meminta untuk melakukan pengecekan lokasi,” ungkap Kandouw, Sabtu (21/03/2020).

“Pak Gubernur Olly Dondokambey menjelaskan bahwa ruangan di BP-SDM direncanakan sebagai salah satu lokasi yang akan dipakai sebagai tempat isolasi pasien Covid 19, apabila jumlah pasien bertambah banyak,” katanya kembali.

Kandouw menambahkan bahwa BP-SDM menyediakan 250 kamar dan lokasinya cukup representatif.

“Lokasinya jauh dari pemukiman, jadi ada peluang untuk dipakai merawat pasien Covid-19,” tandasnya.

Sementara itu, terkait kekosongan masker, Kandouw menyebutkan akan secepatnya dapat mendatangkan alat perlengkapan kesehatan tersebut secepatnya.

“Bukan hanya masker sebagai alat perlengkapan diri (APD), Pemprov juga akan menyiapkan rapid test sebagai prioritas,” tandasnya.

Sebelumnya diketahui, Berdasarkan perkembangan terupdate dari Satgas Pengendalian Covid-19 Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menyebutkan, saat ini ada 5 pasien yang dirawat di ruang isolasi RSUP Prof RD Kandou.

Juru bicara Satgas Pengendalian Covid-19 Provinsi Sulut, dr. Steaven Dandel MPH, bahwa ke-5 pasien dengan status pasien dalam Pengawasan (PDP) tersebut, sedang dirawat intens.

“Kelima PDP tersebut masih dirawat di ruang isolasi, untuk mencegah kemungkinan penularannya ke orang Iain. Saat ini kami masih menunggu hasil pemeriksaan sampelnya dari laboratorium Kemenkes,” kata Dandel.

Di samping itu, Dandel menerangkan bahwa pihaknya juga masih menunggu hasil pemeriksaan 56 sampel yang sedang diperiksa di laboratorium.

Sampel ini terdiri dari 5 PDP Covid-19, satu pasien 58 Covid-19 yang sampel kedua hasilnya negatif dan 50 sampel (kontak erat resiko tinggi) dengan pasien 58 Covid-19.

Terkait 5 PDP, Dandel menjelaskan satu diantaranya merupakan perpindahan kriteria dari kontak erat resiko tinggi yang punya riwayat kontak dengan pasien yang terkonfirmasi (pasien 58 Covid-19).

Bahkan sampai saat ini, sudah terdapat 371 orang dengan status ODP (orang dalam pemantauan).(hil)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here