Pemprov Sulut All Out Tangkal Corona, Olly Siapkan Rp45 Miliar untuk Bangun Ruang Isolasi

0
831
Gubernur Olly Dondokambey bersama Menteri Kesehatan dr Terawan saat berkunjung ke Sulut.

Manado, SULUTREVIEW

Pasca Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto mengumumkan bahwa Kota Manado masuk sebagai daerah yang terdampak Covid-19, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) spontan melakukan gerak cepat untuk menangkalnya.

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey melakukan koordinasi secara marathon bersama jajarannya dan instansi terkait untuk menetapkan langkah strategis, dengan satu tujuan virus Corona baru tidak semakin menyebar.

Tak tanggung-tanggung, sebagai bentuk keseriusan Pemprov Sulut siap mengalokasikan dana sebesar Rp45 miliar. Ini membuktikan penanganan bakal dilakukan all out.

Kebijakan tersebut ditempuh dengan mengacu Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendageri) RI lewat pergeseran anggaran.

“Anggaran tersebut dialokasikan untuk menambah ruang isolasi yang saat ini baru 10 ruangan. Selain itu, dana yang ada juga dapat dimanfaatkan untuk menambah rumah singgah hingga laboratorium,” jelas Olly usai menggelar rapat.

Lanjut kata Olly, ruang isolasi RSUP Prof RD Kandou, juga akan ditingkatkan menjadi 80 kamar. Demikian juga untuk laboratorium, harus disiapkan.

“Fasilitas kebutuhan medis segera disediakan. Jadi tidak menunggu dari pusat lagi. Pemprov yang akan sediakan untuk rumah singgah, akan dibuat seperti di Bapelkes,” tukasnya.

Gubernur Olly menjelaskan, sampai saat ini pemerintah sedang menunggu hasil pemeriksaan para pasien yang ada di ruangan isolasi.

“Ada dua pasien yang sedang dalam penanganan. Juga 36 orang yang telah dilacak, baik tempat tinggalnya kemudian sampel darah yang telah dikirim ke pusat,” jelasnya.

Sementara itu, untuk tindakan lockdown, guna menutup akses keluar masuk orang, Gubernur Olly masih akan mempertimbangkannya.

“Jika virus ini terus menyebar, maka pemerintah akan mengambil tindakan lockdown, yakni menutup akses keluar masuknya orang. Sekolah-sekolah pun akan diliburkan,” tandasnya.

Untuk itu, Gubernur Olly menginstruksikan bahwa penting untuk meminimalisir penyebaran virus Corona, yakni dengan meliburkan aktivitas persekolahan :

1. Semua satuan pendidikan SMA/MA/SMK/SMTK/SLB baik Negeri dan Swasta yang menjadi kewenangan Provinsi Sulawesi Utara DILIBURKAN pada tanggal 16-30 Maret 2020.

2. Pelaksanaan UNBK tetap dilaksanakan sesuai jadwal dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan Dalam UNBK.

3. Untuk SMK/SMTK kelas X, XI, SMA/MA Kelas X, XI, XI, SLB Kelas I s/d XII  tetap belajar efektif melalui Kelas Maya dalam aplikasi “Rumah Belajar” yang dikembangkan oleh Pusdatin Kemendikbud RI.

4. Kepala sekolah beserta guru agar mensosialisasikan instruksi ini kepada orang tua murid dan masyarakat.

“Intruksi ini wajib dilaksanakan di seluruh sekolah,” kata Kadis Dikda Provinsi Sulut, dr Liesje GL Punuh MKes, menyalin pernyataan Gubernur Olly.

Gubernur Olly juga mengajak masyarakat untuk melakukan salam Corona, sebagai pengganti kebiasaan berjabat tangan.

Kali ini salam Corona yang ditunjukkan Olly adalah salam namaste. Yakni, kedua telapak tangan yang diimpitkan atau dirapatkan di depan dada.

Salam tersebut kata Olly, tidak mengurangi rasa hormat, mengingat kondisi saat ini yang sedang dilanda Covid 19.

“Salam ini untuk mengganti kebiasaan berjabat tangan. Karena untuk mencegah penyebaran virus Corona,” katanya.

Olly juga mengatakan agar masyarakat tetap menjaga pola hidup sehat.

“Tetap utamakan hidup sehat, sebab kalau berjabat tangan bisa saja ada risikonya. Tetapi dengan salam Namaste dapat mengantisipasi penyebaran virus,” tukasya.

Gubernur Olly saat melakukan salam Namaste.

Lebih jauh, Olly meminta segenap
stakeholder, baik tokoh agama, tokoh masyarakat dan segenap elemen masyarakat untuk bersatu hati berdoa, memohon dan meminta perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Ésa untuk menjaga dan melindungi warga Sulut dan Indonesia terhindar dari pandemi virus Corona.

“Mari kita segenap masyarakat Sulut di mana pun berada, kita bersatu hati berdoa memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa untuk melindungi dan meluputkan kita dari wabah virus Corona yang sedang melanda dunia. Kita yakin dengan iman percaya, doa kita menjadi kekuatan untuk menjalani kehidupan ditengah-tengah situasi dan kondisi saat ini,” ujar Gubernur Olly.
Lebih lanjut, Gubernur menyerukan kepada seluruh masyarakat Sulut agar tidak panik dan tetap tenang dengan berbagai pemberitaan saat ini namun tetap waspada dengan situasi ini.

“Masyarakat harus tetap tenang, tidak panik dan tidak mudah terprovokasi dengan pemberitaan. Harus dicek apakah benar atau hoax. Selain itu masyarakat harus menerapkan pola hidup sehat menjaga imun tubuh, konsumsi makanan bergizi sayuran dan buah-buahan,” imbuh Gubernur Olly.

Selain itu, gubernur juga menyarankan agar masyarakat juga mulai menghindari keramaian yang berpotensi menyebabkan terkena virus tersebut.

“Keramaian atau kegiatan yang tidak perlu supaya dikurangi dulu sembari menjaga pola hidup sehat di rumah dan lingkungan sekitar,” tambah gubernur seraya kembali memotivasi segenap masyarakat Sulut tidak cemas berlebihan tetapi harus waspada dan mejadikan situasi ini sebagai momentum memulai pola hidup sehat sebagai gaya hidup sehari-hari.

Lebih lanjut, gubernur manyampaikan jika ada isu-isu yang beredar terkait ada warga Sulut yang suspect Corona, jangan langsung terprovokasi dan menyebarkan karena jika ada perkembangan terbaru, pasti disampaikan secara resmi oleh pemerintah melalui instansi terkait yakni Dinas Kesehatan. Mengenai fasilitas kesehatan Pemda juga terus berkoordinasi agar pihak Rumah Sakit tetap siaga dan menyiapkan fasilitas terbaik.

“Jadi sekali lagi saya imbau kepada rakyatku, mari torang bersatu hati berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, jaga kebersihan dan rajin berolahraga serta jadikan pola hidup sehat sebagai gaya hidup, tidak terprovokasi berita hoax dan kurangi keberadaan dan kegiatan di lokasi keramaian. Niscaya Tuhan selalu beserta kita,” tutup Olly.

Di sisi lain, sejumlah upaya preventif juga dilakukan Pemprov Sulut dengan melakukan penyemprotan cairan desinfektan.

Upaya sterilisasi tersebut difokuskan di seluruh ruangan bahkan fasilitas yang ada di lingkup Pemprov Sulut.

Sejumlah petugas menyusur ruangan demi ruangan, tangga-tangga yang menjadi akses lalu lalang pegawai tak luput dari sterilisasi.

Kepala Biro Umum Pemprov Sulut – Clay June Dondokambey mengatakan penyemprotan desinfektan dinilai lebih efektif dalam meminimalisir penyebaran virus Corona.

Petugas sedang menyemprot desinfektan.

“Langkah antisipasi ini kita lakukan guna mencegah penyebaran virus Corona,” katanya Minggu (15/3/2020).

Penyemprotan cairan desinfektan, sambungnya, agar seluruh lingkungan di Kantor Gubernur steril. Mengingat fasilitas pemerintahan ini menjadi pusat layanan bagi masyarakat.

“Kantor Gubernur Sulut ini merupakan representasi dari pemerintahan, di mana untuk aktivitas pelayanan melibatkan ribuan orang. Baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun Tenaga Harian Lepas (THL),” tukasnya sembari menambahkan bahwa khusus ruangan kerja gubernur yang kerap menjadi pusat kunjungan para tamu, dari pusat hingga internasional juga disemprot dengan desinfektan.

Sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) RSUP Prof RD Kandou Malalayang, Dr dr Jimmy Panelewen menyampaikan satu pasien positif virus Corona, dirawat secara intensif.

“Ada satu pasien yang positif terjangkit virus Corona, dan saat ini tengah dirawat. Dia adalah seorang pria berusia 51 tahun,” kata Panelewen.

Tindakan yang dilakukan terhadap pasien, sebut Panelewen sudah sesuai dengan prosedur tetap (protab).

“Kita sudah melakukan langkah-langkah sesuai dengan protap yang ada,” tukasnya.(hil)

(ADVERTORIAL DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA, PERSANDIAN DAN STATISTIK DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here