Sulut Masuk Nominasi 10 Besar Penilaian PPD Tingkat Nasional

0
286

Manado, SULUTREVIEW

Provinsi Sulawesi Utara (Sulut)  masuk dalam penilaian 10 besar Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

PPD merupakan bentuk evaluasi dan apresiasi terhadap pemerintah daerah yang menunjukkan prestasi terbaik dalam penyusunan dokumen perencanaan, pencapaian dan inovasi pembangunan daerah.

Diketahui, tim penilai tengah turun langsung ke Sulut, bahkan diterima Gubernur Sulut, Olly Dondokambey didampingi Wagub, Steven Kandouw dan Sekretaris Provinsi, Edwin Silangen di ruang kerjanya, Kamis (11/03/20).

Tim penilai terdiri dari Prof Dr. Hermanto Siregar (Guru Besar Fakultas Ekonomi IPB), Prof Dr Mudradjat Kuncoro (Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UGM), Ika Widyawati SSi MS (Kasubdit Direktorat PEPPD) dan Yossi dari Bappenas.

Mereka melakukan klarifikasi langsung mengenai inovasi yang menjadi spirit dari pemerintahan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw, melalui Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) secara umum, berikut penganggarannya termasuk program inovasi ODSK Perkasa yang memberikan jaminan bagi para pekerja lintas Agama di Sulut.

Terkait hal ini, Gubernur Olly secara lugas menyampaikan awal dari program ODSK sebagai niat tulus kepemimpinannya dalam upaya menuntaskan kemiskinan bagi masyarakat Sulut.

Termasuk program ODSK Perkasa yang dirasakan sangat positif peranan para tokoh Agama dalam membantu mencipatakan suasana kondusif ditengah masyarakat Sulut yang majemuk.

“Selain itu juga tren positif pengurangan angka kemiskinan di desa. Untuk sektor pariwisata ditandai dengan kunjungan domestik yang terus digenjot pasca merebaknya virus Corona. Yang pasti Pemerintah terus berupaya untuk menuntaskan kemiskinan demi kesejahteraan warga Sulut,” urai Gubernur Olly.

Sebelumnya, kegiatan tim penilai diawali dengan Focus Grup Discussion (FGD) ODSK.

Selanjutnya tim dari Bappenas didampingi tim dari Bappeda Sulut yang terdiri dari Kepala Bappeda, Jenny Karouw, didampingi para Kabid, Elvira Katuuk, Danny Karouw, Feibe Rondonuwu dan Shelly Sondakh, Henrietta Roeroe, Vecky Masinambouw, Agusteivie Tellew, Rolf Lumintang dan tim turun ke lapangan, yakni ke Kota Kotamobagu.

Kunjungan tim adalah bertemu dengan penerima manfaat ODSK Perkasa dari kalangan pekerja lintas Agama dan BPJS Ketenagakerjaan yang dipimpin oleh Wakil Walikota Kotamobagu, Nayodo Kurniawan.

Selanjutnya, pada Jumat (13/03/20), tim dari Bappenas turun lapangan mengunjungi Puskesmas Gogagoman memantau langsung inovasi dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Setelah itu Tim turun mengunjungi beberapa keluarga penerima manfaat Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Mongkonai lewat Dinas Sosial, salah satunya keluarga Kadeong – Manoppo
Setelah itu Tim menuju lokasi pengolahan IPAL di Kelurahan Mongkonai Barat.

Berkunjung ke TPA Bonawang Kotamobagu yang dikelola sebagai lokasi wisata sekaligus ada pengelolaan bank sampah.

Terakhir Tim berkunjung ke RS Pobundayan Kotamobagu yang diketahui Pemprov Sulut dibawah kepemimpinan Gubernur Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw, turut melakukan penganggaran sebesar Rp 54 miliar.

Prof Prof Dr. Hermanto Siregar dan Prof Dr Mudradjat Kuncoro dari TPI Bappenas secara khusus mengapresiasi inovasi, peran dan konsistensi Pemprov Sulut dan Kota Kotamobagu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bahkan kedua Guru Besar tersebut saat melihat langsung sempat terenyuh dengan kondisi masyarakat penerima manfaat bantuan renovasi rumah. Merekapun langsung melakukan kontak ke pusat untuk bisa meningkatkan bantuan ke daerah-daerah di Sulut.

“Apa yang sudah dilakukan Pemda diberbagai bidang saat ini harus terus dilanjutkan, termasuk mendongkrak daya tahan perekonomian di tengah masyarakat pada situasi saat ini. Meskipun diakui adanya dampak virus corona terhadap nasional. Tapi daerah harus terus maju seperti kebijakan makro berbasis mikro,” kunci Prof Hermanto yang juga diketahui sebagai Rektor Perbanas Jakarta.

Kepala Bappeda Sulut, Jenny Karouw, menyatakan semua yang disampaikan saat tes dan wawancara hingga klarifikasi turun lapangan, samuanya tersaji dengan benar dan sesuai kondisi real di lapangan.

“Jadi Tim dari pusat bisa melihat langsung dan mengambil kesimpulan, bahwa apa yang menjadi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan inovasi, mulai dari perencanaan input, output hingga outcome yang benar-benar menyentuh masyarakat dan pembangunan benar-benar dilaksanakan dengan baik,. Bersyukur kepada Tuhan dan kerja keras dari seluruh Tim,” kunci Srikandi birokrat handal dan senior Pemprov Sulut ini, sembari mengaku optimis dengan hasil maksimal dari penilaian dari Tim Bappenas RI.(srv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here