KPU Sulut Bahas Hak Politik Penyandang Disabilitas

0
182

Manado, SULUTREVIEW

Dewan Pengurus Pusat Pemilihan Umum Akses (PPUA) Disabilitas Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mendatangi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulut Senin (24/2/2020).

Kunjungan tersebut dikoordinir Steven Kowaas, yang disambut Ketua KPU Sulut, Ardiles Mewoh bersama Komisioner KPU Meidy Tinangon dan Lanny Ointu.

Pembahasan yang menarik adalah berkaitan dengan hak politik penyandang disabilitas yang perlu dilibatkan dalam tahapan pemilihan umum (pemilu) yang menjadi bagian dalam sistem pemilu yang inklusif dengan segala tahapannya.

“Lebih dari itu adalah terpenuhinya sarana dan prasarana yang memberikan kemudahan bagi penyandang disabilitas, berikut untuk terus mengadvokasi hak-hak politik, khususnya hak pemilu di Provinsi Sulut,” ungkap Kowaas.

“Maka perlu dibentuk kepengurusan baru DPD PPUA Disabilitas Provinsi Sulut,” katanya kembali.

Bahwa masyarakat penyandang disabilitas, sebut Steven perlu memiliki peran strategis dalam mewujudkan komitmennya sebagai warga negara dalam memilih kepala negara, kepala daerah, anggota dewan perwakilan rakyat, anggota dewan perwakilan rakyat daerah dan anggota dewan perwakilan daerah.

“Penyandang disabilitas merupakan bagian integral dan mempunyai kedudukan yang sama dengan warga negara pada umumnya,” tandasnya.

Sementara itu disampaikan Mewoh dan Tinangon bahwa Kowaas merupakan penyandang disabilitas yang banyak memberikan kontribusi. Karenanya, keduanya memberikan apresiasi.

“KPU Sulut sangat mengapresiasi Kowaas yang memiliki kepedulian bahkan atensi yang tinggi terhadap hak politim kaum disabilitas,” kata Mewoh diiyakan Tinangon.

Tak itu saja, Mewoh juga sangat bangga terhadap Kowaas yang sangat komit dalam mengikuti perkembangan regulasi.

”Dia (Kowaas) memiliki komitmen yang tinggi terhadap regulasi, meskipun dalam keterbatasan namun semangat untuk mengetahui informasi sangat kuat,” tandasnya.

Tinangon mengaku telah bermitra sejak lama dengan Kowaas.

“Kami telah bermitra sejak di Minahasa, di mana dia (Kowaas) merupakan Ketua Pertuni (Persatuan Tuna Netra Indonesia) Kabupaten Minahasa,” kata Tinangon yang saat ini juga dipercaya sebagai Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Sulut.

Tinangon juga menjelaskan dalam pertemuan itu juga dibahas tentang bagaimana penyandang disabilitas bisa berpartisipasi dalam Pilgub 2020.

Dalam pertemuan diikuti dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Dewan Pengurus PPUA Disabilitas Provinsi Sulut, yakni Ketua Steven Kowaas SSos, Wakil Ketua Recky Piri, Sekretaris Efanke Yunico Pioh SSos dan Bendahara Helen Derni Mundumg SPd.(eda)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here