Jakarta, SULUTREVIEW
Anggota Fraksi PPP MPR Muhammad Iqbal menyatakan fraksinya tetap mendukung pilpres dan pilkada langsung oleh rakyat.
Alasan biayanya tinggi itu tak bisa digeneralisir, karena ada calon kepala daerah dengan modal kecil tapi terpilih. “Kita ini masih belajar berdemokrasi, sehingga perlu memberi ruang kepada rakyat untuk menentukan pilihannya secara langsung,” katanya dalam diskusi Empat Pilar MPR , di Gedung Parlemen, Jakarta Rabu (11/12/2019)
Sementara Wakil Ketua MPR dari Fraksi PKB, Jazilul Fawaid mendorong agar pemilihan presiden tidak lagi dilakukan secara langsung. Hal itu setelah menyadari resiko dan potensi konflik sosial berkepanjangan akibat pilpres langsung, seperti pemilu 2019 lalu.
PKB akan mempelajari sekaligus mengevaluasi pilpres langsung oleh rakyat. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sendiri sudah menyarankan pada PKB untuk mengevaluasi pilpres langsung tersebut.
“Memang ada yang bilang kalau pilpres oleh MPR itu setback, mundur, khianati reformasi dan lain-lain. Tapi, kalau terbukti ini lebih banyak mudharat buruknya untuk masyarakat, bangsa dan negara ini, kenapa tidak dikembalikan ke MPR RI,” kilahnya.
Menurut Jazilul, kondisi politik membuktikan bahwa reformasi ini jalan di tempat. Karena itu Lembaga Pengkajian MPR RI setelah melakukan kajian dengan melibatkan elemen masyarakat, MPR RI periode lalu merekomendasikan perlunya haluan negara atau Garis-Garis Haluan Negara (GBHN).
“Dari sinilah MPR melakukan safari politik atau roadshow dengan silaturahmi dengan berbagai ormas keagamaan, tokoh nasional, dan sebagainya yang sampai hari ini terus berlangsung. Jadi, MPR nanti apa saja yang menjadi aspirasi untuk amandemen terbatas itu? Apakah cukup GBHN saja, pilpres, dan sebagainya,” jelas Jazilul.
Sementara itu, Anggota MPR dari Kelompok DPD RI Filep Wamafma mengatakan Indonesia yang besar ini akan kuat kalau daerah kuat, dan NKRI akan makin kuat. Dia berharap amandemen UUD NRI 1945 nanti memperkuat kewenangan otonomi khusus (Otsus) dan otonomi daerah yang masih sentralistik.
“Bahwa kalau daerah kuat, NKRI akan semakin kuat,” kilahnya.(rizal)













