web analytics

Deputi Gubernur BI Edukasi QRIS ke Mahasiswa Unima

Deputi Gubernur BI Edukasi QRIS ke Mahasiswa Unima
Deputi Gubernur BI, Dr Sugeng (kiri) didampingi Rektor Unima Prof Dr Julyeta PA Runtuwene MS dan Kepala Kantor Perwakilan BI Arbonas Hutabarat

Tondano, SULUTREVIEW

Deputi Gubernur Bank Indonesia Dr Sugeng mengedukasi sistem pembayaran Quick Response Indonesian Standard (QRIS) kepada ribuan mahasiswa di Universitas Negeri Manado (Unima), Senin (4/11/2019).

Dikemas melalui giat Festival Edukasi Bank Indonesia 2019 (Feskabi), Sugeng menjelaskan, QRIS merupakan metode pembayaran digital yang lebih efektif dan efisien penggunaannya.

“QRIS diluncurkan demi mendukung perkembangan ekonomi digital. Karena QRIS dapat memperlancar sistem pembayaran nontunai secara aman dan lancar sekaligus mendorong ekonomi keuangan digital,” tandasnya.

QRIS, lanjutnya akan menguntungkan merchant maupun pembeli.

“Transaksi ini juga dapat digunakan oleh semua aplikasi,” ungkapnya sembari menambahkan QRIS yang mengedepankan motto UNGGUL yang maknanya Universal, Gampang, Untung dan Langsung.

“Hal itu dimaksudkan untuk mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan serta memajukan UMKM. Dengan demikian standar QRIS dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, untuk Indonesia Maju,” tandasnya.

Selain itu, berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia, Sugeng mengatakan harus diikuti dengan penghasilan yang lebih tinggi. Dan untuk mencapai high income country sebelum 2033 saat demographic dividend habis, rata-rata pertumbuhan ekonomi perlu mencapai 8,45%.

“Ke depan kita ingin menjadi negara berpenghasilan tinggi, kita sekarang ini berada di midle income USD 3,900. Jadi masih lower midle country, kalau kita ingin penghasilan tinggi sebesar USD 12 ribu ke atas, maka pertumbuhan ekonomi harus lebih moderate dengan rata-rata 5,8%. Ini akan membantu Indonesia menjadi high income country pada 2043,” tandasnya.

Sugeng juga membeber, tentang tujuan BI, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. yaitu kestabilan nilai mata uang

“Kestabilan nilai rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain. Aspek pertama tercermin pada perkembangan laju inflasi, sementara aspek kedua tercermin pada perkembangan nilai tukar rupiah terhadap mata uang negara lain,” jelasnya.

Sebelumnya, Asisten Bidang Perekonomian Setdaprov Sulut, Rudy Mokoginta mengatakan penggunaan pembayaran non tunai menunjukkan perkembangan pesat. Hal ini sudah menjadi kebutuhan layanan transaksi yang lebih cepat dan efisien.

“Instrumen pembayaran nontunai ATM, kartu elektronik yang berbasis server seperti gopay dan OVO, link Aja sesungguhnya sudah mengarah pada less cash society, yang turut memberikan andil dalam perubahan perilaku gaya hidup dan transaksi para pelaku ekonomi khususnya di beberapa kota besar di Indonesia termasuk di provinsi Sulawesi Utara sekarang ini. Di mana para pelaku usaha baik maupun perusahaan startup,” sebut Rudy.

Rudy juga mengapresiasi BI, di tengah dinamika masyarakat, telah meluncurkan QRIS sebagai pembayaran yang dikembangkan melalui aplikasi dompet elektronik maupub mobile banking.

Rektor Unima Prof Dr Julyeta PA Runtuwene MS menambahkan, melalui kegiatan ini, akan menambah wawasan mahasiswa. Terutama kebijakan BI, untuk diimplementasikan. “Manfaatkan kegiatan ini sebagai tambahan pengetahuan. Sebab transaksi digital ini menjadi kebutuhan di era destruktif,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan mengatakan Sulut merupakan daerah ketiga, setelah Solo dan Lampung yang menjadi tempat pelaksanaan Feskabi.

“Kenapa kita pilih Manado, karena kita melihat dari pertumbuhan ekonomi. Juga dari sisi SDM yang bagus. Diikuti IT yang juga berkembang baik,” ujarnya.

Turut hadir, Kepala Kantor Perwakilan BI Sulut, Arbonas Hutabarat.(eda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply