MANADO, SULUTREVIEW
Pertumbuhan ekonomi (PE) Sulawesi Utara (Sulut) di triwulan II tahun 2019, yang tercatat sebesar 5,48% (yoy), atau melambat dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan I, 2019 yang tercatat sebesar 6,59% (yoy), mendapat perhatian serius Gubernur Olly Dondokambey.
Menurut Olly, melambatnya pertumbuhan ekonomi turut dipengaruhi oleh tim ekonomi Pemprov Sulut.
Padahal pada kepemimpinan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (OD-SK), kesejahteraan rakyat menjadi tujuan yang diprioritaskan.
“Kalau pertumbuhan ekonomi Sulut melambat ini ada pengaruhnya dengan kinerja aparat kita. Makanya, akan diganti semua,” ungkap Olly kepada wartawan baru-baru ini.
Olly bilang tak main-main soal ini. Menurutnya pertumbuhan ekonomi erat kaitannya dengan kesejahteraan rakyat.
“Target kita ekonomi harus tumbuh positif. Hal ini membutuhkan orang-orang yang siap bekerja secara totalitas,” tandasnya sembari menambahkan bahwa Pemprov Sulut juga terus mendorong realisasi anggaran pemerintah. “Realisasi anggaran pemerintah harus direalisasikan secepatnya. Karena hal ini juga berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi,” sebut Olly.
Disebutkan Olly, perombakan organisasi yang direncanakan dalam waktu dekat, bakal menyentuh eselon II, III dan IV.
Sebelumnya, terkait pertumbuhan ekonomi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia, Arbonas Hutabarat memperkirakan pertumbuhan ekonomi ke depan akan cenderung membaik.
Hal itu didorong oleh percepatan pembangunan infrastruktur dan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Indikator lainnya juga didorong oleh konsumsi pemerintah yang diperkirakan tetap tumbuh kuat seiring pelaksanaan iven-iven pariwisata dan percepatan realisasi belanja modal sesuai pola historisnya.
“Bank Indonesia juga senantiasa mencermati perkembangan serta risiko eksternal dan domestik. Berbagai risiko, baik eksternal terkait perang dagang antara Tiongkok dan USA. Berikut risiko berlanjutnva tren negatif harga komoditas unggulan, serta risiko geopolitik yang dapat mempengaruhi pertumbuhan perdagangan dan harga minyak dunia, merupakan risiko yang perlu diwaspadai bersama,” jelasnya.(eda)











