web analytics

Sangian Ungkap Pentingnya Lestarikan Peninggalan dan Warisan Budaya

Sangian Ungkap Pentingnya Lestarikan Peninggalan dan Warisan Budaya

Ratahan, SULUTREVIEW

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sulut Ferry Sangian menegaskan tentang pentingnya amanat Undang-undang pemajuan kebudayaan Nomor 5 tahun 2017 pada pasal 1 ayat 9 tentang PPKD (Pokok-pokok Pikiran Kebudayaan Daerah).

“PPKD merupakan wujud perlindungandaerah terhadap peninggalan dan warisan budaya,” ujar Sangian saat
menjadi narasumber pelatihan pemandu wisata warisan budaya di Ratahan, Selasa (9/7/2019).

Pada kegiatan yang digagas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Minahasa Tenggara ini, Sangian kembali mengungkap bahwa tersusunnya PPKD memudahkan generasi berikut dalam pencarian data kebudayaan Sulut dan Mitra, yang disesuaikan dengan 10 obyek pemajuan kebudayaaan.

Ke-10 objek pemajuan kebudayaan tersebut meliputi, tradisi Lisan adalah tuturan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat, seperti sejarah lisan, dongeng, rapalan, pantun, cerita rakyat, atau ekspresi lisan lainnya.

Berikut, manuskrip adalah naskah beserta segala informasi yang terkandung di dalamnya, yang memiliki nilai budaya dan sejarah.

Selanjutnya, adat Istiadat adalah kebiasaan yang didasarkan pada nilai tertentu dan dilakukan oleh kelompok masyarakat secara terus-menerus dan diwariskan pada generasi berikutnya, antara lain, tata kelola lingkungan dan tata cara penyelesaian sengketa.

Tak kalah pentingnya adalah permainan rakyat adalah berbagai permainan yang didasarkan pada nilai tertentu dan dilakukan kelompok masyarakat yang bertujuan untuk menghibur diri.

Diikuti, olahraga tradisional, pengetahuan tradisional yang adalah seluruh ide dan gagasan dalam masyarakat yang mengandung nilai-nilai setempat, kemudian teknologi tradisional yang adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang atau cara yang diperlukan bagi kelangsungan atau kenyamanan hidup manusia.

“Seni adalah ekspresi artistik individu, kolektif, atau komunal, yang berbasis warisan budaya maupun berbasis kreativitas penciptaan baru, serta bahasa sebagai sarana komunikasi antarmanusia hingga ritus atau tata cara pelaksanaan upacara atau kegiatan yang didasarkan pada nilai tertentu dan dilakukan oleh kelompok masyarakat secara terusmenerus dan diwariskan pada generasi berikutnya,” sebut Sangian.(eda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply