Mayjen (Purn) Supiadin Desak Kemenkominfo Serahkan Draft RUU PDP

0
119

Jakarta, SULUTREVIEW

Anggota Komisi I DPR RI dari fraksi PKS, Sukamta Ph.D mengatakan catatan komisi I  DPR sudah tiga tahun RUU perlindungan data pribadi(PDP) masih tertahan di Kemenkominfo.

Sehingga dirinya mendesak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) segera menyerahkan draft Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Perlindungan Data Pribadi (PDP) ke DPR RI.

“Dalam catatan Komisi I DPRi, sudah tiga tahun RUU Perlindungan Data Pribadi ini mangkrak di Kemenkominfo. Padahal RUU dimaksud adalah inisiatif Pemerintah dan secara kelembagaan DPR RI sudah menyurati dan minta Kemenkominfo secepatnya itu dikirim ke DPR,” kata Sukamta dalam Forum Legislasi “Keamanan Privasi dalam RUU Perlindungan Data Pribadi”, di Media Center DPR, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Manurutnya hambatan RUU belum disampaikan ke DPR  karena pemerintah sendiri belum sepakat tentang definisi data pribadi. Misalnya Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-e), yang dianggap sebagai data pribadi sedangkan pemerintah menilai KTP-e sebagai data publik. Sedangkan data logistik oleh pemerintah seperti stok beras dan importir beras dianggap sebagai data private.

“Ini sudah kebalik-balik logikanya. Soal stok beras mestinya itu publik wajib tahu. Importir beras publik juga harus tahu karena beras itu sendiri adalah kebutuhan publik,” tegasnya.

Dia mengingatkan bahwa dunia digital tak akan berkembang kalau perlindungan data pribadi tidak pernah tuntas.

“Logikanya, kalau asumsi dasarnya tidak beres, maka perkembangan digital tak akan pernah beres juga. Perlindungan data pribadi adalah urusan kita semua. Tapi usulan RUU-nya menjadi tanggung jawab pemerintahlah,” ujarnya.

Sedangkan anggota Komisi I DPR RI lainnya dari Fraksi NasDem, Mayjen (Purn) Supiadin Aries Saputra menambahkan pentingnya undang-undang tersebut seiring dengan berkembangngan teknologi komunikasi terutama berkembangnya media sosial.

“Banyak hal-hal yang kita alami yang mengganggu , salah satu contoh yang paling sederhana segera rekan-rekan pers juga mengalami , setiap hari ada SMS, pinjaman lah, Judi online,  tawaran obat dan segala macam ada,  yang menjadi pertanyaan kita adalah dari mana mereka tahu nomor kontak kita,” katanya.

Yang pasti, mengetahui nomor kontak kita adalah operator, tukasnya . Namun   pertanyaannya apakah dia dapat nomor kita dari operator, kadang-kadang kalau ditanya maka di jawab   coba nebak-nebak nomor aja.” Nebak  nomor kok  bisa langsung ketemu gitu, ” tambahnya.

Artinya , sampai hari ini masih terdapat kebocoran kebocoran data pribadi, tegasnya.” kalau kita bicara data-data pribadi itu tidak sesederhana itu, ” sergahnya seraya menambahkan kalau hal ini tidak terkontrol dengan baik maka bisa terjadi data kita itu terbuka dan itu yang bisa memicu munculnya kejahatan perbankan.

“Tiba-tiba uang kita hilang,  tiba-tiba ada yang cari kita dan segala macam,  bahkan saya beberapa kali dapat SMS itu bukan dari dalam bahkan dari luar,” kuncinya.(rizal).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here