Manado, SULUTREVIEW
Era kehidupan modern yang berhasil menggilas norma dan budaya daerah menjadi tanda awas yang perlu disikapi seluruh elemen.
“Banyak orang muda saat ini, lebih tertarik belajar kebudayaan asing, ketimbang budaya sendiri. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya informasi kekayaan yang dimiliki oleh bangsa kita, padahal Indonesia memiliki berbagai warisan budaya yang telah mendunia,” ungkap Rektor Universitas Sam Ratulangi Prof. Dr. Ir. Ellen Joan Kumaat M.Sc DEA pada saat pembukaan Lomba Tari Maengket dan Musik Kolintang Tingkat Nasional, di auditorium Unsrat pada Jumat (26/4/2019).
Untuk itu, Prof Kumaat berharap kegiatan lomba yang mengusung kekayaan budaya seperti ini menjadi bagian dari upaya pelestarian nilai-nilai budaya untuk terus diwariskan kepada generasi yang akan datang.
“Modernisasi memang membawa perkembangan bagi kehidupan umat manusia, namun hendaknya tidak menggilas budaya yang pernah mengakar di tengah masyarakat,” tegasnya.
Prof Kumaat kembali menegaskan bahwa pemuda adalah tangan dan kaki peradaban, roda kehidupan dan pelestari kebudayaan.
“Siapakah orang yang mampu berperan besar sebagai pelestari kebudayaan di alam modernisasi ini? Tentu saja adalah para pemuda,” tandasnya.

Rektor kembali mengharapkan lewat pendidikan yang humanis maka figur-figur pemuda yang kreatif dan inofatif akan tercipta.
“Upaya ini akan terus mendorong terciptanya generasi muda kekinian yang berbudaya tinggi,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakuktas Ilmu Budaya (FIB) Unsrat, Drs Reymond Mawikere menjelaskan tarian Mengket itu sarat makna.
“Hal itu dapat dilihat dari gemulainya gerakan penari maupun tabuhan musik dinamis sembari menaikkan pujian syukur kepada Sang Pencipta yang dilantunkan dalam bahasa daerah,” tukasnya.
Mawikere juga menambahkan bahwa mencintai dan menjaga budaya unggulan daerah merupakan kebanggaan yang tak tertandingi. “Pada hakikatnya budaya daerah adalah aset berharga yang harus dijaga dan dirawat,” tandasnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini, budayawan Sulut yang sekaligus juga Ketua Umum Yayasan Institut Seni Budaya Sulut, Irjen Pol (Purn) Benny J Mamoto.(eda)













