web analytics

KEK Pariwisata Tanjung Pulisan, Lambungkan Sulut di Kelas Dunia

KEK Pariwisata Tanjung Pulisan, Lambungkan Sulut di Kelas Dunia

Manado, SULUTREVIEW

Kick Off Meeting Pengusulan KEK Tanjung Pulisan Likupang, menjadi langkah awal bagi kemajuan dan pengembangan pariwisata di Sulawesi Utara (Sulut).

Tidak perlu waktu lama, usai tahapan Dewan KEK Nasional, pada Juni 2019 mendatang, Tanjung Pulisan bakal disulap menjadi kawasan pariwisata eksotis yang melambungkan nama Sulut di kelas dunia.

Tak tanggung-tanggung, support penuh datang dari Menteri Pariwisata, Arief Yahya yang sejak awal terus mendorong realisasi KEK Pariwisata Tanjung Pulisan.

Menurut Arief, untuk menampilkan KEK memang tidak mudah tetapi banyak kemudahan setelah memilikinya.

“Untuk pertumbuhan pariwisata Sulut termasuk yang terbaik di Indonesia. Sebagaimana kajian Bappenas  Menteri BPN, ada 3 daerah yang berhasil dalam pariwisata. Nomor satu adalah Sulut. Nomor 2 Banyuwangi dan nomor 3 Malang. Terbukti, pertumbuhan pariwisata Sulut mencapai 30% lebih tinggi dari nasional yang hanya tumbuh 22%,” kata Arief usai Kick Off Meeting di Hotel Peninsula, Rabu (27/3/2019).

Kemajuan pesat di Sulut ditopang oleh peningkatan kunjungan wisatawan. “Investor tidak khawatir, karena Indonesia masuk negara dengan pertumbuhan pariwisata tercepat di dunia, termasuk Sulut,” tukasnya.

Pengembangan sektor pariwisata, lanjut Arief, akan ikut mendongkrak perekonomian Sulut yang bermuara pada kesejahteraan rakyat. “Karena sebagai wilayah KEK akan banyak keuntungan yang didapatkan. Selain  dukungan penuh investor, juga pemerintah yang akan menyiapkan penunjang infrastruktur. Kita juga akan mendapatkan mandat insentif keuangan serta infrastruktur seperti, jalan, air, listrik, internet,” tukasnya.

Sebagaimana KEK Selayar, KEK Tanjung Pulisan juga akan membuka akses surga baru pariwisata.

“Saya ingin kita seperti Vietnam. Karena kenapa Vietnam bagus, karena mereka melakukan deregulasi besar-besaran. Melalui pertumbuhan pariwisata kita akan menjadi penghasil devisa terbesar,” sebutnya sembari menambahkan pada tahun 2018, proyeksi devisa sekitar Rp16 miliar US Dollar yang setara dengan CPO. Dan tahun 2019 ini diproyeksikan Rp17,6 18 miliar. Itu artinya sebagai pariwisata sebagai penghasil devisa nomor satu.

Mengacu PDRB/PDB pariwisata adalah industri paling mudah paling murah. Dan untuk meningkatkan PDB dan PDRB contohnya seperti Danau Toba Kabupaten Samosir pertumbuhan berada di level 81% tahun 2016.

“Minahasa Utara adalah paling beruntung karena yang tumbuh bukan KEKnya saja tetapi kawasan sekitar KEK. Karena utilitas dasar akan disiapkan oleh pemerintah,” tandasnya.

Pariwisata Likupang dipastikan akan mendunia. “Nantinya akan akan ada festival yacht atau kapal-kapal pesiar dunia yang akan datang di Tanjung Pulisan. Ini adalah surga baru pariwisata,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, Arief juga membeber tentang formula 5A pariwisata, yang terdiri dari attraction, activity, accessibility, accommodation, dan amenity.

Gubernur Sulut, Olly Dondokambey SE bersama Menpar Arief Yahya, usai Kick Off Meeting langsung melakukan tinjauan ke Tanjung Pulisan.

“Saat ini kita sudah melengkapi persyaratan agar supaya bulan Juni 2019 sudah dapat direalisasikan. Menteri Perekonomian sudah merespon baik,” katanya.

“Untuk luasan kawasan KEK yang akan dikembangkan kurang lebih 600 hektar. Hal ini sebagaimana penetapan pemerintah pusat bahwa Likupang sebagai kawasan pariwisata,” tukasnya kembali.

Selanjutnya, untuk kelancaran akses, sambung Olly, pemerintah akan membangun akses jalan yang rencananya akan didanai APBN.

“Akses jalan akan menjadi lebar, dengan demikian realisasi akan semakin cepat,” imbuhnya.

Pihak pengembang, Direktur PT Minahasa Permai Resort Development (MPRD) yang juga owner Hotel Peninsula, Paquita Wijaya mengatakan realisasi KEK Tanjung Pulisan-Likupang, akan mempekerjakan 98 ribu pekerja.

“Pemerintah dan masyarakat mari kita dukung bersama, karena KEK pariwisata akan ikut mendorong dan memberdayakan ekonomi masyarakat,” tukasnya.

Bukan itu saja, kawasan yang akan menyerap investasi sebesar Rp10-15 triliun hingga 2035, akan dilengkapi dengan wallace, resort, komersial area dan marina sebagai zonasi pendukung.

“Akan ada danau yang menarik dan water reserve wallace conversation,” ujarnya.

“Kami akan buat nursery supaya dapat dijadikan destinasi. Kalau cuma soal resort ada banyak, tetapi kami akan buat destinasi berbeda. Karena posisi geoposition kita menarik,” kata Paquita sebagai pengembang.(eda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply