web analytics

Fadli Zon Nilai Lembaga Survey Tidak Independen

Fadli Zon Nilai Lembaga Survey Tidak Independen

Jakarta, SULUTREVIEW

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengatakan banyak lembaga survei di Indonesia ini merangkap menjadi konsultan politik.

“Jadi dia bukan sebagai lembaga survei independen dan sebetulnya diam-diam sudah punya kolaborasi dengan salah satu kontestan. Apakah itu di Pilkada atau Pilpres ataukah dengan partai politik dan kemudian mereka juga mendapatkan tentu saja kontrak,  dibayar untuk berapa kali survei dan kemudian menjadi juga konsultan politik sekaligus,” ungkap Fadli dalam diskusi forum Legislasi ‘Survei Pemilu, Realita apa Rekayasa’ di Gedung Nusantara III, Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, (21/3/2019).

Menurutnya itulah yang membuat lembaga survei itu sebetulnya merupakan,  tidak semua ya, tetapi bisa menjadi “predator” demokrasi dan politik karena mereka ini menjadi mafia survey karena pekerjaan bukan lagi untuk menciptakan suatu gambaran publik yang sesungguhnya. Namun yang diharapkan oleh yang membayarnya yang menurut saya yang bisa membuat lembaga survei ini sebagai ‘mafia’ politik dan “predator” demokrasi.

Fadli memberikan contoh lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang merilis hasilnya saat survei pilkada DKI Jakarta 2017. Saat itu SMRC menyebut elektabilitas Ahok Djarot sebesar 46,9 persen. Untuk pasangan Anies-Sandiaga 47,9 persen dengan margin error 4,7 persen. Lewat angka yang sampaikan itu kemungkinan besar Ahok-Djarot akan memenangkan Pilkada DKI Jakarta.

Namun, hasilnya Anies -Sandiaga menang mutlak dengan 57,96 persen. Sementara Ahok-Djarot 42,04 persen, selisih suara 15,92 persen.

“Inilah yang membuat mereka menjadi mafia survei. Karena pekerjaannya bukan lagi pekerjaan untuk menciptakan suatu gambaran publik yang sesungguhnya. Tetapi apa yang diharapkan yakni berafiliasi dengan yang membayarnya,” ungkap Fadli. Kedepan, lanjutnya agar ada aturan hukum yang mengatur lembaga survei ini agar tidak liar.

Rektor Universitas Ibnu Chaldun, Prof. Musni Umar mengaku sebagai orang yang  tidak percaya dengan surve. Karna . apa hasil dari survei (pilpres) itu, tidak sesuai dengan kenyataan.

“saya turun lapangan dan saya bertanya, wawancara untuk mendapatkan data, saya juga melihat fenomena yang terjadi, terlebih si masa kampanye. Ternyata hasilnya tidak tercermin dari survei yang ada. Dasar itu yang saya pegang dihati saya setiap ada hasil survei, saya berkata, tidak percaya,” tandasnya seraya menambahkan survei itu tak ada netralitasnya. Selain itu, lembaga survei rata-rata dibiayai oleh yang membiayai. Jadi tidak mandiri. Artinya,  yang survei itu mengikuti keinginan yang membiayai. Atau bisa juga metodeloginya atau lainnya tidak pas.
Direktur program Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirajuddin Abbas mengakui bahwa lembaganya, selain untuk survei terhadap calon-calon tertentu, juga sebagai konsultan politik. “Karena untuk melakukan survei itu biayanya mahal,” kuncinya.(rizal)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply