web analytics

Sri Mulyani Sebut Provinsi Sulawesi Utara Unik

Sri Mulyani Sebut Provinsi Sulawesi Utara Unik

Manado, SULUTREVIEW

Kehadiran Menteri Keuangan RI yang juga pengajar tetap di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia, Sri Mulyani Indrawati SE MSc PhD di auditorium Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), untuk memberikan kuliah umum, meninggalkan kesan mendalam.

Pasalnya, di momen yang dihadiri 4 ribuan civitas akademika Unsrat itu, Mulyani menyebutkan bahwa Sulawesi Utara (Sulut), merupakan provinsi yang unik.

“Provinsi Sulawesi Utara adalah provinsi yang sangat unik, dari pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Utara 5,6 persen di atas pertumbuhan nasional dan kontribusinya di dalam pertumbuhan di pulau Sulawesi 12,5%,” katanya di auditorium Unsrat, Kamis (17/1/2019).

“Sulawesi adalah daerah yang memiliki pertumbuhan ekonomi selalu di atas pertumbuhan nasional ekonominya selalu diatas rata-rata nasional. Hal ini disebabkan, karena Sulawesi memiliki diversifikasi yang luar biasa, ada tambang tetapi juga ada pertanian ada perdagangan ada pariwisata. Sulut adalah daerah strategis,” tandasnya.

Oleh karena itu Sulawesi, jelas Mulyani, menjadi salah satu daerah yang memiliki prospek luar biasa di dalam tahun-tahun ke depan, juga Manado Sulawesi Utara walaupun income perkapitanya masih di bawah rata-rata nasional namun Sulut menempati tempat ke 3 yang paling bahagia.

“Saya bahagia banget, setiap kali saya pergi ke Indonesia Timur di sana saya selalu diterima oleh masyarakat yang wajahnya super bahagia. Berbeda dengan warga Jakarta yang  kebanyakan mikir yang ruwet-ruwet,” ungkap Mulyani.

“Jadi saya ingin mengatakan strategi pembangunan di Sulawesi dan khususnya Sulawesi Utara pasti ada yang bagus dan benar sehingga hasilnya baik. Apa ini, salah satunya karena rektor Unsrat seorang perempuan yah,” sebut Mulyani.

Lebih jauh, Sri juga mendorong dosen-dosen dan mahasiswa Unsrat untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dengan melanjutkan studi di luar negeri dengan memanfaatkan beasiswa.

Di sisi lain, untuk menciptakan kualitas manusia yang lebih baik, dia berharap bahwa seluruh instrumen APBN terutama yang melalui daerah bisa dioptimalkan dengan adanya partnership antara pemerintah daerah dengan para akademisinya.

“Desentralisasi dan otonomi itu sudah dijalankan, sehingga banyak dana yang sekarang tergantung pada pemerintah daerah. Demikian juga dengan anggaran pendidikan, kesehatan bahkan sampai infrastruktur daerah,” tambahnya.

“Saya tentu berharap bahwa dengan anggaran yang akan mencapai lebih dari Rp826 triliun tahun ini, akan bisa menghasilkan penerimaan atau peningkatan kualitas hidup di seluruh Indonesia termasuk di Sulawesi Utara,” ujarnya sembari menambahkan bahwa tahun 2018 adalah tahun yang tidak mudah.

“Namun kita bisa melaluinya dan mengelolanya relatif cukup baik dan itu adalah salah satu bentuk dari kepemimpinan bapak Presiden Jokowi. Artinya, tidak mungkin kalau presidennya tidak kita bisa, maka dapat melalui tahun 2018 dengan mudah. Contohnya saja, waktu kemarin nilai tukar bergejolak presiden kita tetap cool. Sementara negara lain seperti Turki dan India,  presidennya begitu lihat ekonominya bergejolak mulai melakukan tindakan marah kepada bank sentralnya maupun gubernur,” ujarnya.

Pada kuliah umum yang membahas tentang Kebijakan Fiskal Indonesia, Sri Mulyani mengupas tuntas penggunaan anggaran, yakni APBN 2018 penerimaan negara.

“Kita menggunakan penerimaan itu kalau kita lihat dari sisi belanja negara dan transfer ke daerah termasuk provinsi Sulawesi Utara yang mendapatkan transfer dalam bentuk dana alokasi khusus (DAK) dan juga dalam bentuk Dana Desa tahun lalu membelanjakan lebih dari 757 triliun untuk transfer ke daerah,” katanya.

Tahun 2019, ungkap Mulyani masih banyak ketidakpastian.  Meskipun ada asumsi bahwa pertumbuhan ekonomi mencapai 5,3%.  Namun pertumbuhan ini akan bisa dicapai apabila dapat menjaga ekonomi dari guncangan perekonomian global.

“APBN 2019 dipakai untuk mengelola itu kita akan menjaga agar pertumbuhan mencapai 5,3%, inflasi terjaga di 3,5%. Kita akan terus menaikkan penerimaan negara untuk membelanjai belanja pusat dan daerah dan juga untuk menciptakan insentif bagi dunia usaha. Reformasi perpajakan akan terus kita lakukan pajak dan Bea Cukai adalah tulang punggung penerimaan negara kita,” urainya.

“Makanya kita akan terus meningkatkan dalam bentuk perbaikan, optimalisasi pendapatan negara dari sisi peraturan enforcement. Namun pajak dan Bea Cukai juga berkewajiban untuk menjaga ekonomi kita tetap sehat. Dengan begitu, selain mengumpulkan penerimaan mereka memberikan insentif, mereka menciptakan pelayanan yang baik agar ekonomi menjadi jauh lebih positif dan tidak merasa bahwa membayar pajak akan membuat ekonomi kita berhenti,” tandasnya.

Sementara itu, Rektor Unsrat, Prof Dr Ir Joan Kumaat MSc DEA mengatakan Unsrat bukan fokus mengejar peringkat 31, bahkan 27 di Sinta atau status BLU saat ini dan akreditasi A. Namun dengan visi menjadi universitas yang unggul dan berbudaya Unsrat bertekad menghasilkan sumberdaya dan karya sebagai instilusi yang memanusiakan manusia.

“Lingkungan, revolusi industri dan globalisasi intoleransi dan radikalisme yang makin menjadi adalah sebagian tantangan yang butuh aksi demi pemerataan dan kokohnya NKRI, maka Unsrat butuh sentuhan Sang Dewi Padi,” tandasnya.

“Sri Mulyani dengan mantapnya rekam jejak atas Nawa cita dan pengalaman, aksi beranjak dari kesadaran membangun muncul komitmen bijak Unsrat resmlkan Tax Center, pusat Pajak niscaya tercipta kesejahleraan yang melonjak,” ujarnya sembari menambahkan Unsrat tidak menganggap remeh masyarakat segelintir, tetapi Unsrat sadar posisi Geostrategis di bibir Nyiur Melambai, dan kekayaan laut, toleran menjadi tempat berkat mengalir yang putra-putrinya dalam perjuangan nasional selalu hadir.(eda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply