Christmas Festival Gaungkan Harmonisasi Antar Umat Beragama

Christmas Festival Gaungkan Harmonisasi Antar Umat Beragama

Manado, SULUTREVIEW

Event Christmas Festival 2018 yang digelar Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menjadi momen istimewa bagi warga yang sangat menjunjung tinggi kehidupan yang harmonis rukun tanpa ada sekat perbedaan.

Uniknya, pembukaan kegiatan yang merupakan awal gelaran Christmas Festival 2018 yang dipusatkan di Kawasan Pohon Kasih Megamas, Sabtu (1/12) ini diwarnai alunan irama padang pasir ditimpali bunyi khas hentakan rebana hadrah yang ditabuh grup qasidah remaja Masjid Firdaus Manado, menjadi bukti bahwa Sulut cinta damai.

Dirangkaikan dengan penampilan apik vokal grup yang melantunkan  rohani Kristen di panggung acara berikut refleksi natal tentang kerukunan dari Ketua Sinode GMIM Pdt Hein Arina serta untaian doa yang disampaikan para pemuka agama kian memperkuat tema yang diusung pada Christmas Festival 2018, yakni “Kerukunan Melambangkan Persatuan”.

Gubernur Olly Dondokambey SE dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Yasonna H Laoly yang ikut menghadiri kegiatan tersebut memberikan apresiasi.

“Saya sangat bersyukur karena masyarakat Sulut sangat cinta damai. Sehingga kerukunan yang tercipta menjadi kunci keberhasilan pembangunan di Sulut,” katanya.

Di kesempatan yang sama Olly menuturkan tentang pertumbuhan ekonomi Sulut, yang saat ini tercatat
5,66 persen atau di atas rata-rata nasional. Hal ini tak lepas dari dukungan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Sulut yang melampaui 100 ribu orang selama tahun 2018.

“Ini semua tak lepas dari kehidupan masyarakat Sulut yang rukun dan damai. Semua keadaan positif ini karena pertolongan Tuhan. Dengan mengandalkan Tuhan, maka tidak ada yang tidak bisa diselesaikan,” jelas Olly.

Olly juga mengapresiasi peran Presiden RI Joko Widodo yang terus mendorong pembangunan infrastruktur di Sulut. Seperti proyek waduk Kuwil di Minahasa Utara dan bendungan di Bolmong yang bakal diresmikan tahun depan.

Tak itu saja, pada Desember 2018 ini juga akan dilakukan ujicoba pada sebagian ruas jalan tol Manado-Bitung.

“Saya memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah banyak membantu pembangunan infrastruktur di Sulut,” sebut Olly.

Pada pembukaan Christmas Festival ini, dilakukan penyerahan SK Penegasan Status Kewarganegaraan RI oleh Menkumham RI Yasonna H Laoly kepada 277 masyarakat Sangihe-Philipina, Philipina-Sangihe yang telah puluhan tahun tinggal di Kota Bitung namun belum memiliki identitas jelas.

“Hak status kewarganegaraan merupakan hak konstitusional dan juga hak asasi manusia. Hal ini menjadi perhatian Presiden Jokowi sekaligus perwujudan program nawacita,” ungkap Yasona kepada para masyarakat penerima SK Status Kewarganegaraan.

Sementara itu, event Christmas Festival, kata Menkumham Yasona adalah event yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Selain menguatkan iman, event tahunan ini, menjadi ajang pariwisata yang dapat meningkatkan kemakmuran masyarakat,” ungkap Yasona.

“Natal adalah peristiwa besar bahwa manusia diselamatkan oleh kasih karunia Tuhan. Kita sebagai umatNya melakukan perayaan untuk menghormati kasihNya kepada kita,” tutup Yasona.

Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada pembukaan Christmas Festival 2018, yakni parade santa, terjun payung, ibadah oikumene, penyerahan bantuan kepada panti asuhan dan konser rohani yang menampilkan bintang tamu Ello Tahitoe.

Turut hadir di Christmas Festival jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Andrei Angouw, Sekprov Edwin Silangen SE MS, Ketua Umum Panitia Christmas Festival Adriana Dondokambey, Ketua TP PKK Ir Rita Maya Dondokambey-Tamuntuan, Wakil Ketua TP PKK dr Kartika Devi Kandouw-Tanos dan pejabat di lingkup Pemprov Sulut.(eda/*)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply