Guru Pariwisata dan Perhotelan Wajib Kantongi Sertifikat Teknis

Guru Pariwisata dan Perhotelan Wajib Kantongi Sertifikat Teknis

Manado, SULUTREVIEW

Guru-guru produktif Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan pariwisata dan perhotelan, mulai room division, layanan porter hingga menyiapkan tamu wajib mengantongi sertifikat teknis.

Persyaratan tersebut adalah mutlak, meski guru yang bersangkutan telah tercatat sebagai guru yang  bersertifikasi kompetensi.

Karenanya, untuk menjawab standar yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yakni melalui Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bisnis Pariwisata (P4TK-Bispar) maka sebanyak 13 guru produktif dari sejumlah daerah di Indonesia dibekali pendidikan dan pelatihan melalui Program Revitalisasi.

“Ada 13 guru perhotelan yang berasal dari Bali, Gorontalo, Papua yakni Jajapura dan Manokwari serta Manado yang ikut Program Revitalisasi,” kata instruktur daring dan in service, Jevie Jane Maliangkay yang kesehariannya adalah guru Perhotelan di SMK Negeri 3 Manado.

Menariknya, meski berstatus instruktur seorang guru sertifikasi tak bisa mengelak dari aturan baru ini. Sehingga nantinya akan bersama-sama dengan peserta lainnya untuk ikut uji kompetensi.

“Guru harus memiliki sertifikat teknis terlebih dahulu, baru bisa mengupgrade orang lain. Hal ini juga untuk mengetahui apakah setelah waktu tertentu, guru sudah menguasai ilmunya. Makanya kita akan diuji. Jadi walaupun sudah asesor tetap harus punya sertifikat teknis,” tandas Jevie.

“Saat ini, untuk realisasi program diawali oleh guru produktif, tetapi ke depan akan berlaku untuk semua guru,” sebutnya.

Jevie Maliangkay

Menariknya, untuk kegiatan Program Revitalisasi, SMK Negeri 3 Manado, menjadi pusat belajar.

“SMK Negeri 3 Manado mendapat kepercayaan sebagai pusat belajar. Hal ini berlangsung sejak program revitalisasi keahlian ganda pada waktu lalu,” tukasnya.

Sebenarnya pusat belajar juga dipercayakan pada SMK Negeri 1, namun pada bidang Akuntansi. Sedangkan Perhotelan di SMK Negeri 3.

Diketahui, penanggungjawab kegiatan adalah Kepsek SMK 3 Manado, Dra Frolly Anthoneta Togas MPd, dengan periode pelaksanaan 24 Oktober sampai 4 November 2018.

“Hasil yang diharapkan pada program revitalisasi ini adalah meningkatnya kompetensi dan kemampuan teknis bagi guru SMK sesuai dengan bidang keahliannya,” imbuh Jevie.(eda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply