Pemerintah Australia Apresiasi Pelaku Pengembang Pariwisata

Manado, SULUTREVIEW

Pemerintah Australia memberikan perhatian khusus pada kelangsungan pariwisata Indonesia. Hal itu dibuktikan dengan pemberian penghargaan pada pelaku pengembang pariwisata.

Adalah Australia Awards Indonesia (AAI) di mana tahun ini, short term Australia Awards Indonesia bertajuk ‘Sustainable Tourism Development, integrating communities, culture and environment’ kembali digelar.

Setelah melewati seleksi yang cukup kompetitf dari hampir 1.000 pelamar, terpilih 30 penerima awards yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia berasal dari unsur pemerintah, NGO, Akademisi, Industri, dan Praktisi.

“Program ini terdiri dari tiga tahapan; pre course, studi singkat, loka karya hasil. Setelah menyelesaikan tahap pertama yang dilaksanakan di Bali pada 17-21 September 2018, para peserta melanjutkan program di Australia selang tanggal 8-19 Oktober 2018,” kata Dekan  Pariwisata Unika De La Salle Teddy Tandaju.

Selama mengikuti program di Australia, para peserta melakukan studi banding dengan melakukan kunjungan ke berbagai atraksi dan destinasi wisata alam, budaya, sports, alternatif dan berbagai lokasi industri wisata lainnya.

“Untuk menambah pengetahuan tentang pariwisata, seluruh peserta turut mengikuti proses ‘perkuliahan’ yang dilaksankaan di Griffith University dan Central Queensland University and the university of Sunshine Coast. Para pemateri adalah praktisi, pelaku bisnis maupun tenaga akademik yang sangat berpengalaman dalam pengelolaan pariwisata,” sebutnya.

Diketahui, program dikoordinasi oleh Prof Noel Scott (Course Design), Prof. Bill Carter (Co-Course Design), Sharm Aboosally (Course Coordinator), Rama Brierty (Welfare Officer) &Geoff Googe (Project Assistant) dalam kerja sama dengan Tim Indonesia selama pelaksanaan tahap dua di Australia.

Untuk Awards 2018 ini, peserta yang berasal dari Sulawesi Utara diwakili oleh Teddy Tandaju (Unika De La Salle), Julita Hesdie Korompis (Dinas Pariwisata Kota Manado), & Benny Towoliu (Politeknik Negeri Manado).

‘Sungguh ini merupakan program yang sangat luar biasa, kami belajar banyak dan merasa perlu mengaplikasikan seluruh pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama di Australia guna perkembangan pariwisata yang berkelanjutan di Indonesia khususnya wilaya Sulawesi Utara,” kata Tandaju.

“Ini merupakan program yang sangat baik untuk diikuti. Oleh karenanya, saya mengajak seluruh insan pariwisata untuk melamar program ini disetiap tahunnya’ ungkap Teddy Tandaju, yang adalah Dekan Fakultas Pariwisata Unika De La Salle,” tambah Tandaju.(eda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *