Manado, SULUTREVIEW
Target pajak yang ditetapkan sebesar Rp10,3 triliun untuk Kanwil DJP Suluttenggomalut di 2018 ini, diyakini dapat terealisasi.
Menurut Kepala Kanwil DJP Suluttenggomalut Agustin Vita Avantin, target penerimaan pajak tidak berbeda jauh dengan tahun lalu. Sehingga dipastikan pada akhir tahun nanti dapat terpenuhi.
“Realisasi pajak hingga triwulan 3 sudah mencapai 56%. Kami optimistis hingga akhir tahun dapat mencapai 82%,” kata Avantin pada kegiatan Media Gathering yang dilaksanakan di Casa Bakudapa Senin (22/10/2018).
Meski capaiannya belum maksimal, namun Avantin tidak terlalu khawatir. Mengingat pola penerimaan pajaknya hampir beberapa tahun belakangan ini, memang seperti itu. Yakni mengalami peningkatan pada akhir tahun.
“Sama halnya tahun lalu di bulan November 2017, capaiannya baru sekitar 60%. Dan ternyata pada akhir tahun dapat mencapai target. Yah, memang polanya seperti itu. Makanya, kami optimistis hingga akhir tahun dapat mencapai 82%,” tukasnya.
Avantin menjelaskan, indikator peningkatan penerimaan di akhir tahun digenjot oleh sejumlah poin pentiing, yang.nilainya cukup besar yakni, realisasi proyek yang diplot oleh dana APBN dan APBD.
“Proyek-proyek pemerintah biasanya melonjak di akhir tahun anggaran. Hal ini kita prediksikan akan meningkatkan penerimaan pajak,” tandasnya.
Meski mengalami hambatan, karena bencana Palu, namun Avantin mendorong KPP lain terus menggenjot realisasi pajak.
“KPP lain harus kita dorong dan kita support. Khususnya Sulawesi Utara supaya penerimaanya bagus. Dengan demikian akan menutup defisit,” ujarnya sembari menambahkan pihaknya juga akan mendorong wajib pajak skala besar untuk melakukan kewajibannya membayar pajak.

“Tidak semua wajib pajak yang memiliki nilai besar dalam pembayaran pajak memiliki kesadaran dan kepatuhan dalam membayar pajak. Makanya hal itu harus terus diingatkan,” tukasnya.
Di sisi lain, Avantin memberikan apresiasi pada masyarakat Palu yang walaupun terkena musibah tetap taat membayar pajak.
“Walaupun kena musibah, masih ada wajib pajak yang membayar. Itu yang menggembirakan, karena ternyata masyarakat Palu kesadaran kepatuhannya sangat tinggi,” sebutnya.
Di sisi lain, Avantin juga menyorot tentang upaya mengetahui apa yang menjadi penyebab, minimnya penerimaan pajak di Sulawesi Utara, selain dari realisasi proyek. Hal itu disebabkan empat masalah, pertama adalah sektor hasil bumi yang menurun. Akibatnya sektor ini ikut melorot penerimaannya.
“Nah ini harus kita teliti kenapa turun. Apakah memang seperti ini alamiah atau ada permainan transaksi atau memang wajib pajak yang tidak patuh. Kedua, tambang seperti kita ketahui bersama Sulut memiliki banyak tambang, antara lain Kotamobagu dan sekitarnya. Yakni tambang emas. Tetapi mengapa penerimaan pajaknya juga belum.maksimal. Dan yang ketiga perikanan, akan sektor ini saya sudah koordinasi dengan Pak Walikota Bitung, ternyata ikan juga turun. Pemicunya adalah kebijakan Ibu Susi. Tetapi kita tidak boleh menyalahkan, karena orang pajak harus kreatif,” kata Avantin sembari menambahkan bahwa sektor pariwisata juga belum memberikan kintribusi besar. Padahal tingkat kunjungan wisatawannya meningkat signifikan.
“Penyebabnya, turis Cina yang datang itu tidak belanja. Apakah memang oleh pihak travel tournya diatur sedemikian. Dan waktu saya tanyakan ke Pak Gubernur beliau katakan, nanti pelan-pelan kita rayu mereka, yang penting mereka datang dulu,” tandasnya.(eda)













