Forum Puspa dan P3A Berdayakan Masyarakat Kelurahan Bailang

Manado, KOMENTAR

Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan & Anak (Puspa) yang adalah binaan Dinas Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak (P3A) Provinsi Sulut sangat berempati terhadap warga Kelurahan Bailang.

Hal itu diwujudkan dengan memberikan edukasi dan pelatihan kuliner, Sebagai cikal bakal pengembangan usaha yang dipastikan berdampak bagi perekenomian keluarga.

Dalam kegiatan yang terintegrasi melalui Aksi Sinergi Puspa ini, Kepala Dinas P3A Provinsi Sulut, Ir Mieke Pangkong MSi menjelaskan tentang prioritas program Kementerian  (P3A), yakni akhiri kekerasan perempuan dan anak, akhiri perdagangan orang dan akhiri kesenjangan ekonomi.

“Sasaran kegiatan dengan lokus Kelurahan Bailang ini, diikuti dengan pelatihan pembuatan makanan siap saji dan cathering bagi perempuan. Sekaligus juga penyerahan bantuan pada kelompok perempuan. Dengan harapan, mediasi ini akan semakin memberdayakan masyarakat secara ekonomi,” ungkapnya di Kelurahan Bailang, Senin (8/10/2018).

Kepala Dinas P3A Ir Mieke Pangkong MSi menyerahkan bantuan.

Forum Puspa yang merupakan binaan Dinas P3A juga tergabung dunia usaha, instansi pemerintah maupun swasta, tokoh agama, tokoh masyarakat, LSM peduli perempuan dan anak, media, yang di bentuk dengan SK Gubernur Sulut. Di mana kegiatannya dibiayai Kementerian P3A. Selanjutnya, dikemas sedemikian rupa dengan 16 kegiatan oleh forum Puspa yang dibagi dalam dua tahap. Yakni tahap pertama11 kegiatan yang berlangsung dari tanggal 8 sampai 19 Oktober 2018.

“Jadi selama dua minggu Forum Puspa akan membuka mindset kaum perempuan di Bailang. Hal ini sebagai realisasi dari kucuran dana 60% dari total anggaran, yakni sebesar Rp 147 juta dari Rp245 juta, kita kemas dalam 11 kegiatan nanti sisanya 40% dikemas untuk lima kegiatan,” kata Ketua Forum Puspa Sulut, Pdt Dr Refly O Pesak MTh.

Usai pelatihan, kelompok perempuan yang telah dilatih akan menjadi kelompok yang memiliki usaha. “Kenapa dipilih Bailang, karena dari data Polda bahwa wilayah ini merupakan titik merah terhadap tindak kekerasan perempuan dan anak. Bahkan tindak kekerasan seksual pada perempuan dan anak paling tinggi di Bailang, kedua di Minsel dan ketiga di Bitung,” jelas Pesak.

Tak itu saja, melalui Forum Puspa, kata Pesak diharapkan dapat merubah mindset kehidupan masyarakat yang awalnya tidak ada pekerjaan sehingga memiliki pekerjaan. Kelompok bentukan ini, supaya dapat mempengaruhi orang-orang yang ada di sekitarnya.

“Dari kegiatan ini kita siapkan fasilitas berupa bantuan peralatan sesuai anggaran yang ada,” ujarnya sembari menambahkan ke depannya akan menggandeng sejumlah BUMN sebagai mitra dengan program CSR.

Senada disampaikan Lurah Bailang, Raymond Rawung  SP MSi, agar pelaksanaan kegiatan dapat berdampak positif, yang nantinya semakin memotivasi masyarakat yang ada untuk meningkatkan perekonomian.

Di sisi lain, masyarakat Kelurahan Bailang, sejauh ini masih membutuhkan penerangan jalan hingga peralatan pertukangan.

“Kelompok yang sudah terbentuk akan mendapatkan bantuan. Diharapkan nantinya akan memberi keuntungan bagi masyarakat. Oleh sebab itu, kegiatan yang dilaksanakan adalah yang menyentuh ke bawah. Khususnya kehidupan ekonomi ibu-ibu.(rzk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *