Hoax dan SARA Dikhawatirkan Mengoyak Bhineka Tunggal Ika

JAKARTA, SULUTREVIEW

Anggota Fraksi PKS MPR RI, Jazuli Juwaini mengatakan Bhineka Tunggal Ika akan  terkoyak jika hoax tidak dihentikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Namun adanya perbedaan itu satu keniscayaan dan puncaknya kenikmatan itu ketika orang dapat ruang bebas untuk memilih.

“Ketika orang punya hak bebas untuk memilih, itulah hak kebebasan yang paling membuat orang bahagia Didunia,” katanya dalam diskusi Empat Pilar MPR RI dengan tema “Menjaga Kebhinekaan dalam Kampanye Pilpres” di Press Room Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat(28/9/2018).

Berikutnya dia menyebut persekusi, Exploitasi, SARA juga  menimbulkan kegaduhan dan merusak Kebhinekaan. Kuncinya yakni harus mengembangkan toleranasi dengan menghormati perbedaan yang ada.

“Ketika toleran ini dilaksanakan dengan jujur dan utuh dalam kehidupan berbangsa  apalagi menjelang pemilu atau pilpres ini, maka Insya Allah yang dikhawatirkan dan ditakutkan itu tidak akan terjadi di negeri Republik Indonesia yang kita cintai,” ungkapnya.

Sedangkan ketua Fraksi PKB MPR RI, Abdul Kadir Karding menambahkan dalam Pilpres  harus  didorong menjadi ajang edukasi politik bagi masyarakat.

“Pasangan Calon, bagaimana Treck Recordnya, programnya,  harapan-harapan yang dijanjikan untuk masa depan 5 tahun dia berkuasa,” katanya.

“Yang pasti, tugas bersama kita bagaimana tim Saiber, Jokowi maupun Prabowo tidak dibiarkan bahkan didorong untuk  ngawur,” ujarnya.

“Itu nggak boleh, karena  mereka sangat bisa mempengaruhi alam pemikiran dan  persepsi publik,” tukasnya seraya berharap harus ada keberanian untuk menindak, secara internal dan menyerahkan ke hukum bila memang ada tim, kelompok atau orang yang berusaha membangun persepsi menang dengan cara-cara yang tidak baik.

Sementara Praktisi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Ady Prayitno menegaskan dalam UU Pemilu pasal 63 sudah jelas soal aturannya.

“Persoalannya mau atau tidam  menjalankan dengan baik dan bertanggu jawab,” kuncinya.(rizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *