KOTAMOBAGU, SULUTREVIEW
Pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara (Sulut) dalam tiga tahun ini, progresnya bergerak positif. Hal itu ditopang oleh terkendalinya harga barang dan jasa (inflasi) pada tingkat yang rendah.
Makanya tak heran jika Sulut berhasil meraih penghargaan TPID terbaik se-Sulawesi Tahun 2018/2019 yang diserahkan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Edwin Silangen SE MS, memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota TPID. Karena telah bekerja optimal sehingga tercapainya kemajuan pembangunan Sulut.
“Penghargaan sebagai provinsi terbaik yang mampu mengendalikan inflasi terendah di seluruh Pulau Sulawesi ini harua terus dipertahankan sampai tahun-tahun selanjutnya,” kata Silangen pada
Rapat Koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulut yang dipimpin di Kota Kotamobagu, Rabu (26/9/2018).
Silangen menuturkan, tingkat pertumbuhan ekonomi Sulut dari tahun ke tahun semakin mengalami peningkatan. Pada tahun 2015 mencapai angka 6,12 persen dan pada tahun 2017 naik mencapai angka 6,32 persen atau diatas pertumbuhan ekonomi nasional.
Disamping itu, menurut Silangen, Inflasi daerah pada tahun 2017 mencapai angka 2,42 persen turun menjadi -0,88 persen pada agustus 2018, sedangkan semester pertama mencapai angka 1,90 persen atau lebih rendah dari inflasi nasional; serta stok bahan pangan untuk kebutuhan masyarakat Sulut tetap tersedia dengan harga terkendali.
Untuk mempertahankan prestasi itu, Silangen mengingatkan pentingnya sinergitas kerja komponen TPID termasuk mendorong peran serta para Bupati dan Walikota untuk terus memantau ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok didaerahnya serta melakukan inovasi program, misalnya: menggiatkan Program Batanang Padi, Rica, Bawang, Tomat.
Selain itu, harap Silangen, para bupati dan walikota dapat membentuk TPID di masing-masing daerah dan memotivasi UKM untuk terlibat dalam sektor pariwisata yang menjadi salah satu penggerak ekonomi Sulut.
Lebih jauh, Silangen menjelaskan, pada tahun 2018 ini, Kotamobagu akan menjadi salah satu daerah kajian inflasi di Sulut setelah Manado. Karenanya, Silangen mengimbau kepada pemerintah Bolmong Raya agar tetap menjadi lumbung beberapa komoditi bahan pokok seperti beras dan barito, sehingga harga tidak melambung jauh.
Rakor TPID Sulut turut dihadiri Kepala Bank Indonesia Soekowardojo, Kepala Biro Perekonomian & SDA Franky Manumpil, perwakilan dari BPS, para anggota TPID Provinsi, Kabupaten dan Kota se Sulut.(humasprov)











