Rizal Ramli Desak Jokowi Copot Mendag

JAKARTA, SULUTREVIEW

Mantan Menteri Kordinator Bidang Maritim Rizal Ramli meminta Presiden Jokowi  mencopot Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita terkait polemik impor beras antara Kementerian Perdagangan dengan Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik ( Bulog) .

“Presiden Jokowi harus bersikap. Sudah jelas kok angkanya yang benar. Enggak bisa biarkan Enggar kayak gini, petantang-petenteng kayak gini. Sudah waktunya diganti (menteri),” ujar Rizal Ramli Diskusi Dialektika Demokrasi dengan Tema: “Polemik Impor Beras’ di Media Center Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan Kamis (20/9) dengan pembicara Anggota Komisi VI DPR (Fraksi NasDem) Hamdhani dan Mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli.

Menurut Rizal salah satu pertimbangan dalam mengangkat menteri perdagangan sejak dahulu adalah kecakapan dalam bahasa Inggris karena menteri Perdagangan selalu berkomunikasi dengan dunia internasional. Itulah mengapa menurut Rizal, Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) mengangkat Mari Elka Pangestu sebagai Mendag di masa pemerintahannya dan hal itu juga yang menjadi alasan Jokowi mengangkat Thomas Lembong sebelum di reshufle ke Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Sementara menteri perdagangan saat ini kata Rizal, kurang cakap dalam berbahasa inggris.

“Yang hari ini bahasa inggrisnya saja kampungan dan norak. Kedua, main dalam permainan luar biasa,” tegasnya.

Sekarang ini menjadi momentum bagi Jokowi untuk menentukan sikap apakah akan berada di pihak petani atau sebaliknya, tambahnya.

”Saya minta Jokowi tegas, Orang Mendag nya nggak mutu kok,” ujarnya.

Sedangkan politisi Partai Nasdem  Hamdhani menilai  kebijakan impor beras yang yang dipersiapkan ke depan tentunya pemerintah tidak serta merta membuat kebijakan itu dengan tidak membuat suatu analisa, kajian dan proses pengambilan kebijakan ini pun untuk melakukan importasi beras tidak semata-mata berada di tangan Kementerian Perdagangan, melainkan melalui keputusan rapat koordinasi Kementerian atau lembaga terkait yang dipimpin oleh Menko Perekonomian dan dihadiri oleh Mentan, menteri perdagangan, Bulog, Kementerian BUMN dan kementerian perindustrian.

“Jadi secara teknis, pemerintah sudah melihat ada kebutuhan yang sangat urgent untuk ke depan, dengan kajian-kajian ini, mungkin dengan angka-angka yang dipersiapkan untuk 6 bulan ke depan,” kata anggota Komisi IV DPR itu seraya menambahkan pemerintah berniat melakukan impor ini.

“Tentunya ada keperluan yang sangat mendesak, ditambah mungkin dalam skala ke depan ini kita akan menghadapi musim hujan, kemudian ada juga faktor paceklik , serangan hama wereng dan ada hal-hal lain yang untuk menjaga stok agar pangan kita tetap terkendali dan tak kena Inflasi,” pungkasnya.(rizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *