Wenny Warouw Bakal All Out Perjuangkan RUU Kepulauan

0
593

JAKARTA, SULUTREVIEW

Wakil ketua Pansus RUU daerah Kepulauan DPR RI, Wenny Warouw bakal all out memperjuangkan RUU Kepuluan menjadi UU sebelum Priodenya di DPR berakhir.

Pasalnya UU tersebut mempunyai nilai tambah bagi Sulut sebagai daerah poros Maritim dan Pariwisata.

“UU tersebut memprioritaskan ekonomi, sarana dan prasarana. Utamannya industri Maritimnya. Apalagi dicanangkan  poros Maritim,” katanya wartawan  akhir pekan kemarin.

Sejauh ini, belum nampak di Sulut, tambahnya. “Mudah mudahan lahirnya UU Kepulauan maka poros Maritim akan lebih hebat. Misalnya, adanya UU tersebut maka Bitung bisa jadi pusat perikanan di Indonesia. Maka akan di buka gerbang Pacifik melalui Bitung. Tapi pusat perikannya tetap dari Sanger,” ungkapnya.

Selain itu, dia mendorong di Indonesia mempunyai kapal induk untuk  perikanan. Thailan saja bisa, tukasnya. “Hal seperti itu bisa di akomodir  Misalnya ada kapal perikanan di Sanger dan pabriknya dari situ maka selanjutnya di bawa  ke Samratuangi dan seterusnya di distribusikan ke seluruh dunia,” ungkapnya.

Wakil ketua Pansus RUU daerah Kepulauan, Wenny Warouw.

Hanya saja, pemerintah harus brilian menangkap aspirasi tersebut, tandasnya seraya menambahkan sebagai daerah kepulauan untuk pembangunan maka harus punya aturan sendiri. aturan tersebut tidak tidak sama dengan daerah di Jawa. “RUU tersebut sedang dibahas dan mudah mudahan secepatnya selesai,” katanya.

Yang pasti, UU tersebut bagi Sulut mendapat nilai plus. Termasuk sektor Pariwisata dan jalur perhubungan akan di perhatikan, katanya.

Sedangkan wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah menambahkan RUU kepulauan akan menjadi dasar pengalokasian anggaran yang berkeadilan bagi daerah  kepulauan sebagai pondasi poros maritim.

“Penghitungan alokasi anggaran berdasarkan luas daratan tidak proposional seperti selama ini terjadi. Sebab daerah kepulauan yang luas adalah lautannya dan bukan darat,” katanya.

Tanpa payung UU masalah sarana dan prasarana, komunikai dan tranportasi termasuk tranportasi laut yang mengubungkan pulau pulau kecil dan besar akan terbengkalai. Selain itu, terdapat kegiatan ilegal dan penyelundupan serta kegiatan perikanan yang tidak ramah  lingkungan disertai potensi ancaman stabilitas keamanan, pungkasnya.(rizal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here