JAKARTA, SULUTREVIEW
Anggota komisi XI DPR RI dari fraksi Gerinda, Heri Gunawan, menilai selain sentimen global, kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang tidak baik adalah penyebab melemahnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
“Kalau fundamental ekonomi kita kuat, rasanya hal ini tidak perlu kita khawatirkan seperti itu, tetapi sayangnya fundamental kita ini belum kuat dan ini terkesan mohon maaf , sering ditutup-tutupi,” katanya dalam Dialektika Demokrasi “Pelemahan Rupiah: Dampak dan Solusinya” di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (6/9/2018).
Dalam diskusi tersebut nara sumber lainnya anggota Komisi XI DPR Fraksi PKS, Refrizal, anggota Komisi XI DPR Fraksi Partai Golkar, Mukhamad Misbakhun dan anggota Komisi XI DPR Fraksi PDIP Eva Kusuma Sundari.
Dikatakannya intervensi BI nyatanya tidak mengangkat pasar ini bahkan ada informasi terakhir kerawanan rupiah.
Anggota Komisi XI DPR RI Muhammad Misbakhum meminta agar kondisi nilai tukar rupiah yang semakin anjlok terhadap dolar Amerika Serikat agar tidak dibawa ke ranah politik.
Karena menurut politikus Partai Golkar ini melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika adalah bukan urusan politik. Sedangkan anggota komsi XI dari fraksi PDIP Eva Kusuma Sindari menilai hutang yang jatuh tempo membuat berat.
“ini yang agak berat, perkiraannya Desember, artinya apa, jangan sampai kecenderungan ini makin memburuk bahkan pada saat jatuh tempo,” tukasnya seraya menambahkan ada PHK dan rasionalisasi, efisiensi dan seterusnya. Namun diharapkan sampai efisiensi saja.
“Tetapi kalau kemudian sampai PHK maka akan berdampak serius,” katanya.
Yang pasti, kalau kemudian sampai Desember dan kemudian ada dampak efisiensi, rasionalisasi sampai PHK, akan menjadi isu yang serius, tambahnya.(rizal)













