JAKARTA, SULUTREVIEW
Seluruh Ketua DPD Partai Hanura menolak jika Ketua DPP Partai Hanura Oesman Sapta mengundurkan diri dari posisinya pimpinan puncak partai tersebut.
Oesman Sapta yang juga Ketua DPD RI dan juga sudah mendaftar sebagai calon anggota DPD RI dari provinsi Kalimantan Barat diharuskan mengambil sikap menyusul keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menetapkan setiap calon anggota DPD yang juga pengurus Parpol harus mengundurkan diri dari partainya, jika ingin terdaftar sebagai calon anggota DPD.
Sehingga keputusan itu dibahas dalam rapat partai Hanura yang dihadiri 32 dari 34 DPD dan menolak jika sang ketuanya yang dipanggil Pak OSO mengundurkan diri dari partai Hanura.
Sikap seluruh Ketua DPD Partai Hanura dinyatakan secara terbuka dalam rapat Kordinasi DPP dan DPD Partai Hanura di Jakarta Rabu malam (25/7/2018).
Awalnya dalam rapat itu Oso menawarkan opsi, “siapa yang setuju saya mundur dari Ketua DPD? Seluruh peserta rapat semua diam. Tetapi ketia disampaikan siapa yang setuju saya tetap ketua umum Hanura, semuanya menyatakan setuju.
Nampaknya seluruh para ketua DPD Hanura dan kader takut ditinggalkan oleh sang ketua Pak OSO. Bahkan para ketua DPD Hanura itu memberi sinyal mereka akan mundur jika Pak OSO mundur.
Namun demikian Oesman Sapta menyatakan rapat masalah tersebut diskors hingga Kamis (26/7) untuk menunggu rapat DPR dan MPR RI terkait keputusan MK tersebut.
Bagi OSO pribadi masalah tersebut simple saja. “Saya mundur atau terus mencalonkan. Daerah memang membutuhkan peranan DPD dan saya juga mampu memimpin partai “Kalian kan lihat sendiri bagaimana kalau saya mundur,”ujarnya.(rizal)













