Manado, SULUTREVIEW
Rektor Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Prof Dr Ir Ellen Joan Kumaat MSc DEA berkomitmen untuk memajukan universitas yang dipimpinnya. Bahkan dari institusi ini, dirinya optimis melahirkan generasi yang berkualitas.
Namun demikian, untuk maksud tersebut, harus dibarengi dengan ketersediaan fasilitas infrastruktur perkuliahan yang layak. Ditunjang dengan kualitas SDM pendidikan yang berkualitas. Mengingat sampai saat ini, masih didapati sejumlah keterbatasan dari 11 fakultas yang ada. Di mana mahasiswa belum dapat menikmati gedung baru. Sebut saja, Fakultas Peternakan, FKM, Ilmu Budaya, menyusul dalam waktu dekat ini Fakultas Teknik dan Hukum juga FMIPA.
“Kami akan terus berbenah melengkapi infrastruktur untuk menjawab semua kebutuhan yang diperlukan,” kata Kumaat saat menyambut ribuan mahasiswa baru yang tidak lama lagi akan segera memasuki masa perkuliahan baru, Sabtu (21/7/2018).
Lanjut kata srikandi yang memimpin Unsrat di periode kedua ini, selain peningkatan sarana, kualitas pendidikan masih menjadi prioritas yang dikedepankan, menyusul hasil akreditasi di seluruh fakultas yang ada.
“Unsrat terakreditasi A, berstatus BLU sehingga infrastuktur yang ada harus bisa mendukung kualitas pendidikan yang ada termasuk juga tenaga pendidik dan kependidikan harus memiliki kualitas dan menomor satukan pelayanan,” tambahnya.
Bagi Kumaat, mahasiswa yang kuliah di Unsrat harus ditunjang oleh tenaga pendidik maupun fasilitas pendidikan yang terbaik.

“Satu kerinduan saya, mahasiswa yang datang dan pergi dari Unsrat harus bisa berbahagia. Bahagia bisa menimba ilmu dengan nyaman dan selanjutnya keluar dengan bahagia karena meraih kesuksesan,” tuturnya.
Meski diakuinya bahwa saat ini, Unsrat tak lepas dari berbagai aksi yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, namun diharapkan hal itu tidak berpengaruh pada kelangsungan pendidikan.
“Semakin tinggi pohon, maka semakin kuat angin yang menerpa. Demikian juga dengan Unsrat tak akan goyah hanya karena ulah oknum yang memiliki kepentingan sesaat,” tegas Kumaat sembari menambahkan bahwa Unsrat harus tetap maju dan bukannya mundur ke belakang.
“Saat ini saya fokus kerja dan membangun Unsrat menuju kampus unggulan kelas dunia. Mari kita menghormati proses yang ada, pilrek sudah selesai, kalau ada yang kurang puas, silahkan tempuh jalur sesuai ketentuan, jalan hanya berteriak-riak dijalanan, apalagi dilakukan oleh mereka yang katanya berintelektual, sudahlah, masyarakat juga sudah pintar dan paham.maksud mereka sebenarnya,” tukasnya.(hilda)













