Olly dan Soekowardojo Tanam Barito, Sepakat Mengendalikan Inflasi

Kolongan, SULUTREVIEW

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey SE bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulut Soekowardojo menilai bahwa pengendalian inflasi sangat penting, karena sangat berdampak bagi kelangsungan perekonomian di Bumi Nyiur Melambai.

Tak tanggung-tanggung untuk mencapainya, kedua tokoh pemimpin  di Sulut ini sepakat menanam komoditas yang kerap menjadi sumber inflasi, yakni bawang daun, rica (cabai), dan tomat atau yang dikenal dengan sebutan ‘Barito’, menggulir aksi bercocok tanam sebanyak 20 ribu bibit.

Pada kesempatan ini, Soekowardojo mengatakan Gerakan Barito plus merupakan inisiatif dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulut dalam upaya mengendalikan inflasi.

“Tujuannya adalah agar bibit yang diserahkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya pada kelompok Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Utara dan Wanita Kaum Ibu GMIM Sinode dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, terutama pada komoditas bawang daun, cabai, dan tomat yang dalam beberapa tahun terakhir kerap menjadi penyumbang inlasi terbesar untuk Provinsi Sulut,” ungkapnya di Peresmian Gerakan Barito plus Periode 2018 di kediaman Gubernur Sulut Kolongan Minahasa Utara, Senin (16/7/2018).

“Realisasi program yang ketiga kalinya ini, telah diselenggarakan TPID Sulut sejak tahun 2017. Dan tahun ini, akan diserahkan bantuan sebanyak 20 ribu bibit tanaman batang bawang, rica (cabai), dan tomat. Jumlah tersebut lebih besar dibanding dengan jumlah bibit di tahun sebelumnya. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mendorong tercapainya kemandirian masyarakat, ketersediaan pasokan bahan pangan, serta stabilitas harga,” kata Soekowardojo kembali.

Lebih jauh, Soekowardojo menjelaskan bahwa pada bulan Juni 2018, inflasi Sulut telah mencapai 0,65% secara month to month, lebih rendah dari rata-rata inflasi Sulut pada periode yang sama dalam 5 tahun terakhir, yaitu sebesar 0,77%. Ini merupakan momentum yang baik dan patut kita pertahankan agar inflasi Sulut di akhir tahun nanti dapat sesuai dengan target yang telah ditetapkan, yakni 3,5% +/- 1.

“Namun, perlu diwaspadai beberapa hal yang berpotensi dapat memicu lonjakan inflasi hingga akhir tahun 2018, terutama periode Hari Pengucapan Syukur, dan Hari Raya Natal dan Tahun Baru dimana permintaan terhadap barang konsumsi termasuk bahan pangan dapat meningkat secara signifikan pada periode tersebut,” sebutnya.

Diketahui, penyaluran bantuan bibit kepada kedua kelompok wanita  diharapkan mampu untuk membantu menjaga ketersediaan pasokan bahan pangan masyarakat terutama saat permintaannya melonjak pada periode Pengucapan Syukur, serta Natal dan Tahun Baru.

“Hal ini penting untuk diperhatikan mengingat selama Semester 1 2018, komoditas Barito menjadi salah satu penyumbang utama inflasi Sulut. Pada Bulan Juni 2018, kelompok volatile food memiliki andil inflasi sebesar 0,31% secara mtm, yang diantaranya dipengaruhi oleh inflasi komoditas Tomat Sayur yang memiliki andil terhadap inflasi sebesar 0,24%,” beber Soekowardojo.

Pengendalian inflasi, sambung Soekowardojo memegang peranan penting dalam perekonomian. Tetutama sebagai upaya menjaga kestabilan harga barang dan jasa menjadi suatu keniscayaan dalam mencapai pertumbuhan ekonomi yang kuat, stabil, serta mampu dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Kami berharap bibit yang diserahkan dapat dirawat, dijaga, dan dipelihara dengan baik agar dapat dikonsumsi oleh masing-masing kelompok penerima setelah dipanen nanti untuk kebutuhan sehari-hari. Hal ini kami harap dapat mengendalikan kenaikan tingkat harga bawang daun, rica, dan tomat melalui peningkatan kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan konsumsi bahan pangan hariannya,” tukasnya.

“Seperti yang kita ketahui, inflasi merupakan kenaikan tingkat harga yang seringkali menjadi hambatan dalam perekonomian karena dapat mengurangi tingkat kesejahteraan masyarakat seiring dengan menurunnya daya beli terutama pada barang-barang konsumsi sehari-hari,” jelas Soekowardojo.

Sementara itu, Gubernur dalam sambutannya menyatakan apresiasi atas aksi tanam Barito plus.

“Tindakan menanam Barito ini sebagai salah satu kepedulian bagi kesejahteraan masyarakat Sulut. Bahkan visi dan misi demi terwujudnya masyarakat Sulut yang hebat dan sejahtera,” katanya sembari menyerahkan secara simbolis bibit barito kepada Ketua TP-PKK Sulut dan Ketua WKI Sinode GMIM Adriana Dondokambey.

Di tempat yang sama Ketua TP-PKK, Ir Rita Dondokambey-Tamuntuan meyakini program yang dilakukan secara konsisten dapat memberi manfaat.bagi masyarakat.

“Saya pastikan bahwa program yang kita laksanakan secara konsisten akan menjadi solusi jangka panjang. Tidak hanya dalam aspek pengendalian inflasi tapi juga dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan sekaligus salah satu upaya strategis dalam menunjang pemerintah mengentaskan kemiskinan,” katanya.

Turut hadir,  Sekretaris Provinsi, Edwin H Silangen dan Ketua Kelompok Wanita Kaum Ibu Sinode GMIM, Adriana Dondokambey.(hilda)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *