Dinkes Temukan 6 Kasus DBD Di Melonguane

Melonguane, SULUTREVIEW

Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Talaud, kembali menemukan 6 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Melonguane, tepatnya di Kelurahan Melonguane Timur dan Melonguane Barat.

Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Fransina Awaeh bahwa pada bulan Mei 2018 lalu, instansinya kembali menemukan 6 kasus DBD.

“Kebanyakan yang terserang penyakit tersebut adalah anak usia dini di bawah enam tahun, yakni anak sekolah dan balita. Saat ini para pasien tersebut sedang mendapatkan perawatan intensif di RSUD Mala,”ujar Awaeh pada Rabu (6/6/2018).

Terkait asal atau sumber penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk
Aedes Aegypti ini. Awaeh mengungkapkan, bahwa tim surveilance masih melakukan penyelidikan epidemiologi guna memastikan apakah ini kasus impor ataukah dari lingkungan sekitar.

“Laporan DBD masuk ke kami, seterusnya kami ferivikasi. Dilanjutkan dengan penyelidikan epidemiologi untuk menentukan tindakan selanjutnya. Kita masih menunggu laporan epidemiologinya. Dan dari enam pasien yang positif DBD, satu anak bernama Jil Larenggam hari ini sudah boleh pulang, tapi masih harus melakukan rawat jalan,” ungkapnya.

Sebagai langkah awal mencegah proses penularan dan perkembangbiakan jentik nyamuk
Aedes Aegypti kepada masyarakat diimbau untuk melakukan gerakan 3 M Plus, yakni menutup bak air, menguras bak mandi, mengubur kaleng bekas atau wadah yang dapat menampung air, serta memakai anti nyamuk dan kelambu saat tidur.

“Kalau hasil laporan lisan sementara. dari 10 rumah yang dijadikan sampel  dari titik fokus kasus, ditemukan positif jentik. Karena itu, dalam waktu dekat, pemerintah dan masyarakat Melonguane akan  melakukan kerja bakti massal  membersihkan lingkungan sekitar, khususnya di wilayah ditemukannya kasus DBD,” tandasnya.(fanly)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *